Eksplorasi Benua Merah Bersama Athena (MT-09)

Selamat malam bro dan sis, semoga selalu sehat ..

Melanjutkan cerita, setelah join di forum CanberraRiders (artikel sebelumnya) saya memutuskan untuk juga gabung riding bersama mereka. Kesempatan tidak tersisa banyak nih karena cuaca bakalan semakin tidak bersahabat di musim dingin. Suhu pagi hari minggu ini saja sudah berkisar antara 1 sampai 5 derajat Celcius.

Satu event yang paling defat dan menarik nampaknya adalah riding ke Kangaroo Valley. Berikut postingan dari bro Vid, yang jadi inisiator riding:

G’day :ridgy

eoi for any riders who have the Monday 27th April off, feds kahuna said its a goer.
Good opportunity to ride while others are at work.

Meet: 9am BP Watson, Ride: 9:15

This ride is open to all riders, we have done this one before.
I’m happy to pace it according to the group, without leaving anyone behind.

Daylight saving ends 5 april, so we want to be back in time.
Weather pending, and interest from riders.
Have a think and hope we can all make it..

Screen Shot 2015-05-02 at 10.01.50 am.png

Saya check ke bbrp situs ramalan cuaca, meskipun minggu mendatang cuaca memburuk, namun persis di dua hari itu, Minggu dan Senin (libur) matahari akan bersinar cerah. Sayapun book “maybe” di grup itu.

Hari H tiba, pagi hari setelah sarapan ringan sayapun berangkat menuju meeting point. Suhu menunjukkan 1 derajat Celcius. Perlindungan cukup mestinya dengan 3 lapis termal dan jaket kulit.

Excited karena baru kali ini riding bersama komunitas bermotor di benua ini. Tiba di meeting point, pom bensin (disini istilahnya “servo”) BP daerah Watson (batas utara Canberra).

GOPR0616-001

Kurang lebih ada 8 rider sudah menunggu disini. Belum ada yang saling kenal hehehe. Saya disambut oleh om bro Vid, keturunan Croatia yang sudah menjadi warga negara Australia sejak tahun 1970an. Doi, yang bekerja di kantor imigrasi Australia bawa KTM 1190 Adventure (ngilerrr poll). Jenis motor yang dibawa bervariasi, tapi ternyata mayoritas adalah motor sport (GSXR600, R750, R1000, Aprilia RSV4, Yamaha R1, CBR1000RR, Honda VFR800, Hyosung GTR 650, Ninja 650, Triumph Daytona 675).

IMG_5188-001

Ada juga teman-teman baru lain yang ternyata kebanyakan pegawai negeri (Canberra ini ibukota pemerintahan, tidak ada banyak bisnis disini). Setelah perkenalan dan briefing standard seperti di Indonesia, kami pun capcus berangkat.

Cuaca cerah, anginpun tidak bertiup kencang seperti biasanya.

Perjalanan dimulai melintasi highway M23 dari arah Canberra ke utara. Disini kami hanya bisa memacu maksimal 110km/jam + 10% lah dikit hehehe

Selama perjalanan saya menemui (totalnya) 4 bangkai kangguru yang tertabrak di jalan raya). Menabrak wildlife di benua ini bisa fatal kalau kita mengendarai motor mengingat ukuran mereka cukup besar. Lahh nabrak asu aja bisa jatuh kok apalagi kangguru.

GOPR0613-002

Tidak lama di Highway, kamipun masuk ke backroad, jalan belakang. Lebih sempit, namun lebih longgar pula dengan aturan batas kecepatan. Hanya menjelang kota/desa saja kecepatan turun ke maksimal 50 km/jam.

GOPR0617-004 GP010615-002

Perjalanan di Australia melalui backroad ini jelas jauh lebih mengasyikkan ketimbang melalui jalan tol/highway yang lurus dan membosankan. Bro dan Sis akan dimanjakan dengan tikungan-tikungan panjang berkecepatan tinggi yang seperti tiada habisnya. Dengan disuguhi pemandangan sabana dan hutan sub-tropis yang kering dan tidak terlalu lebat.

GOPR0615-002 GP010615-007

Pada beberapa tempat terutama saat melintasi padang rumput luas seperti tanpa batas, rombongan menyentuh kecepatan 192 km/jam. Saya? yo kepontal-pontal karena MT-09 adalah motor naked tanpa windshield dan dengan settingan suspensi yang tergolong urban (bukan sport).

Di satu sisi, saya harus menunduk, karena angin padang rumput kencang sekali, dilain sisi pada saat cornering saya seperti harus lebih menekan front suspension karena damping, pelepasan energi suspensi yang terlalu mengayun.

Untungnya MT-09 tenaga dan torsinya berlimpah. Mau kenceng gimanapun itu motorsport, masih bisa dijabanin. Puter throttle sedikit, ngacirr cir.. Hayokk aja, anak Tangerang kok mau dilawan hehe.

GOPR0619-004

Sis Penny dan Sis Jeanne dengan GSXR600 nya. Jago dan rapi bawanya..

Apalagi dalam rombongan ada dua lady biker yang jago banget bawa GSXR600nya. Masuk keluar tikungan sangat rapi, dan konsisten riding pacenya. Jago tenannn… Nah malu dong kalau sampai ketinggalan.

Karena kebanyakan motorsport yang sangat haus bahan bakar, kami 2 kali refuelling untuk jarak sejauh 280 km menuju tempat tujuan. Sempat ketar-ketir karena satu kota kecil hanya menjual bensin oktan 91. Semua motorsport lain ga ada yang berani. Saya tambah sedikit ah, buat jaga2, toh MT-09 ini kompresinya tidak setinggi sport.

Memasuki area Kangaroo Valley kontur medan mulai berubah. Naik turun pegunungan membuat perjalanan bertambah seru. Medannya mirip saat memasuki pegunungan di Aceh selepas Lamno menuju Banda Aceh. Jalanan sempit.

GOPR0619-005

Asyik tapi berbahaya. Karena ini musim gugur, ada banyak tumpukan dedauanan basah di jalan yang membuat ban kerap kehilangan grip dan sliding keluar. Kita harus hati-hati memilih cornering line disini.

GOPR0619-002

Kurang lebih 2.5 jam berkendara, tibalah rombongan di Cambewarra Village cafe utk makan siang dan beristirahat. Pemandangannya luar biasa disini. Worth the trip.

Sambil ngobrol dan makan siang kami menikmati pemandangan jauh dibawah sana; rasanya nikmat sekali.

FullSizeRender-001 IMG_5211-001 IMG_5228-001

Sudah jam 2.30 saatnya pulang. Perjalanan melalui rute yang sedikit berbeda. Lebih banyak lintasan lurus disini. Kelompok pun terpecah menjadi dua berdasarkan kecepatan. Saya bersama grup pertama sing rodo gendeng. ada 1 VFR800, GSXR1000, dan dua lady bikers dengan GSXR600nya.

Angin sore mulai jadi kendala besar. Serius. Mengendarai MT-09 memang tidak melelahkan ergonominya, tapi bro dan sis akan terkendala dengan angin. Maklum deh namanya naked. Problem kedua adalah suspensi yang beraliran motard, empuk. Sehingga saat cornering di kecepatan di atas 100an terasa berayun.

Tapi kalau bicara tenaga dan torsi.. buehhhh… biar kata motorsport 1000cc masih berjaban deh.

GOPR0620-001

Pas jam 5, atau 2.5 jam kemudian kami sampai di rumah masing-masing. Tidak terasa 570km (atau kurang lebih jarak Jakarta-Yogya) sudah dilampaui. Perjalanan yang luar biasa dan sungguh berbeda.

FullSizeRender

MT-09 memang didesain sebagai sebagai naked dengan genre yang lebih ke aliran motard. Favouritenya para free-styler. Performanya saat touring jarak menengah jadi pertanyaan. Ini kesimpulan saya seharian bersama Athena:

  1. Utk mid-range touring ternyata masih sangat oke. Ergonomi sangat membantu. Saya hanya merasa sedikit pegal di otot lengan karena harus menjaga terus throttle versi 2014 yang terkenal snactchy, sensitive. Saya harus naikkan 1-2 gigi diatas kemampuan normal agar tidak terlalu liar. Jadi kalau riding (naik turun, kanan-kiri) di kecepatan 120-130km sebenarnya masih bisa dengan gigi 2, saya naikkan ke gigi 3 atau bahkan kalau banyak tikungan ke gigi 4. Maklum ga ada traction control.
  2. Di Australia ini faktor angin juga jadi pertimbangan. Motor ini lebih ringan drpd motor lain yang ada di grup riding. Handling enteng, tapi jadinya lebih rentan terpaan angin.  Jadi harus adaptasi mengatur posisi riding.
  3. Banyak yang skeptis dengan seat MT-09 yang terlihat tipis. Engga pegel tuh, kurang lebih sama dengan naik sport.
  4. Vibrasi tiga silinder? vibrasi apaan..
  5. Saya sampai rumah Alhamdulillah dengan selamat dan senyum lebar di wajah. Tanpa pegel di punggung dan dengan tubuh yang bertanya “udah nih gini aja?”

 

Iklan

69 thoughts on “Eksplorasi Benua Merah Bersama Athena (MT-09)

    • Bandit 400 aja gigi 2 temus 120km/jam bro hehehehe, itu disana gimana tanggapannya sama kasus bali 9 brohh, denger denger sentimen anti indonesia tuh, karena kasus bali 9

  1. motovlogger banyak yang bilang kl riding di aussie emang bahaya sama hewan2 liarnya. apalagi kalo malam hari –”

    seru ya 500km 1 hari 😀

    kalo di indo jadinya 2 hari 1 malem tuh hahahaha… 😀

  2. Sweet… Mantap banget touring nya, dan bahasa penulisannya, jadi serasa ikutan om.. Bravo anak Tangerang Heuheuuu..

  3. mungkin perlu ditambahkan poin ke-6 bro, “jangan pake motor semi touring wat ngebut” wkwkwk

    btw, ane sebagai orang awam, lom pernah ke luar negeri, tapi waktu lewat pegunungan, landviewnya koq masih rasa asia yah?…. # komentar opo iki rek

  4. review touringnya benar2 beda dari yang lain. mantap, menambah wawasan pembaca. kalau bisa sih ada artikel konsumsi bbmnya juga.hehe ya siapa tahu ada yg penasaran kalau buat touring kayak gini (termasuk saya)

  5. warganya patuh aturan bangt.. di tol ngga ngebut, kalo di sini mungkin.. mungkin, udah gasspoll aja.. hihihii..

    • Iya kan diatas 100an terus. Malah sempet ke 182. Sebenarnya sayang juga kalau terlalu kenceng. Ga bisa nikmati pemandangan

    • Mantap om,motor dan infrastuktur mendukung sih ya. Di tunggu om next ridingnya,request foto-foto pemandangan di banyakin biar yang di sini kebayang 🙂

  6. wow nice trip with ‘big bike’ and nice story Bang, bacanya serasa bonceng di Yunani.,eh Athena, jarak 570 dlm 5 jam?kaya’ terbang…well we wait next story

    • saya hmpir sebulan sekali pp pangkalanbun-lamandau (±120km) sekarang jalannya mulai ancur lagi bro. skitar 6 bulan lalu masih bagus. waktu itu sempet pake n250 bisa tembus cuma 1jam 15menit :v
      tikungan model apa aja ada. mau patah2 mau chicane jg ada. jalan sepi musuhnya cuma mobil travel sama truk perkebunan. ga ada lampu merah sama sekali :v

    • Lamandau rusak gara2 mobil truk om, klo sblm lamandau mah aman. sepi bgt jalannya selepas naik feri dr ponti. jalan pangkalanbun smp banjar ngga terlalu asik om leo udah kawasan industri soalnya kalteng itu. yg mulai enak klo udah dkt palangka smp muara kapuas, kli udah deket banjar mah udah rame.

    • Sbnrnya ngga hrs lwt banjar sih om, dsna itu cm palangka aja yg ngga ada pelabuhan. Mending sekalian smp balikpapan aja, dr banjar banjar baru samarinda balikpapan nanti motor naik kapal om terbang dr sepingan. udah manteb bgt deh om. 1000 km lebih klo dijumlah. dari barat ke timur. hehehe

    • Pk MT nya dong om, biar ngga cape. soalnya treknya pas bgt kaya yg om review kaya di artikel ini. Cm harus hati2 sm truck CPO,DT sm bis malam dan jalan yg ngga mulus dibeberapa tempat. Nah nanti seru klo pas lg bareng sm double cabin turbo atau mobil “taxi”. nekat2 om supirnya, hehehe. Pokoknya skill riding semua kepake deh. Pertamax banyak yg jual tp jauh2 jrknya.

  7. mantabb bro, pengen punya mt09 tu keren ramping,power joss, enak ya dsna kl riding jlnnya asik,suasananya enak adem,jln mulus, itu view saat istrirahat makan enak betul alami bgt betah

  8. Cek..cek..cek..apik tenan mzbro touring “Jakarta-Yogyanya”…hehehe..Baru sempet neh komen lg. Btw dek bagas ga ngikut tuh.Heheheh…Ternyata kutipan “Favouritenya para free-styler” komen ane dif.b mzbro dipake disini yah 🙂 Bravo utk mzbro leopold 🙂

    • Wah iya, maaf lupa mencantumkan sumber kutipan hehe. Regis ga ikut krn saya blm ngerti nih ridinf stylenya grup gmn. Untung juga ga diajak, bakal repot hehe

  9. Ini nih yang harus ditiru bikers di tanah air Indonesia tercinta. Biarpun touring tapi tetap tertib nggak ugal2an. Low speed atau high speed juga ada tempatnya.
    Special request Om Leo : apa disana juga ada komunitas harley? Kalau mereka touring kayak apa? pakai patwal juga ya, trus pecicilan atau tertib nggak mereka? Itu saja…
    Terima kasih sebelumnya

  10. Mantap pake bingitss touring nya… kalo baca trit nya Um Leo mah serasa on the spot ajah …
    Um Leo tanya dong … selama riding bareng Athena di Oztrali apa sempat liat anak alay atau masih di bawah umur dan gak punya SIM tapi udah riding bawa motor sendiri seperti di sini ?

  11. 570km dalam sehari kalo pake motor begini plus jalan yang sangat mendukung mah tetep gak berasa ya om? asik bener,, masih ngimpi bisa begini kalo di Indonesia..

    • Oleh rider? Hanya bisa ganti throttle mode saja. Pengaturan responsivitas throttle ke engine. Tapi power mode atau traction control ga bisa

  12. Ping balik: Akhirnya Yamaha MT-09 RESMI dilaunching .. | 7Leopold7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s