Lane Filtering (menyelip di antara mobil) Akhirnya Legal di Canberra

Saat saya pertama kali tiba di Australia, salah satu hal yang saya pelajari adalah traffic regulation untuk sepeda motor.

Satu prinsip penting adalah: aturan bagi kendaraan roda 4 berlaku juga bagi sepeda motor.

Ini artinya bagaimana kita berjalan, berhenti, antri di lampu merah, parkir harus mengikuti aturan yang sama dengan mobil.

Kalau di lampu merah ada dua lajur dan keduanya sudah terisi mobil, ya kita harus antri tepat di belakang mobil itu di salah satu lajur. Tidak boleh nyelip di antara kedua mobil ke depan. Aturan yang cukup kaku karena di banyak negara maju sudah bisa lane filtering atau menyelip di antara mobil untuk maju ke depan.

Awalnya kagok dong, maklum di tanah air biar kata selisih 1 cm pun biker biasa berusaha rapat maju ke depan. Tapi lama kelamaan saya dan Athena jadi terbiasa sabar antri. Dan merasa nyaman juga karena selama riding saya memiliki space yang dihargai oleh pengendara lainnya. Jauh lebih safety. Engga ada istilah selonong boy.

Screen Shot 2015-04-13 at 9.30.29 am

Sabar antri, saat lane filtering masih illegal. Di sebelah kanan itu Bro Glen temen riding Australi.

Namun aturan lane filtering ternyata baru saja dirubah, pas pada saat saya 3 minggu pulang ke Jakarta Februari kemarin. Per tanggal 2 Februari 2015, lane filtering is legal.

Road Transport (General) (Motorcycle Lane Filtering Trial) Exemption 2015 (No 1)

Screen Shot 2015-04-13 at 9.35.17 am

Yeahhhhh..!!!

Sabar dulu bro dan sis, masih ada kondisi yang harus diperhatikan.

  1. Sudah memiliki SIM motor penuh (Ada tiga tingkatan SIM, biker harus mulai dengan tingkatan yang paling rendah motor 125 cc, baru kemudian bisa naik setelah lulus tes lagi dan batas waktu tertentu),
  2. Sepeda motor berjalan pada kecepatan maksimal 30km/h or less DAN kendaraan yang diselip berjalan lebih lambat daripada motor.
  3. Sedang tidak berada di school zone (jangan macem2 di area ini rek, ngeri)
  4. Tidak menyelip kendaraan yang sedang parkir di sisi jalan.
  5. Tidak boleh melalui jalur sepeda;
  6. Kondisi lain yang membahayakan

Kondisi lain yang menbahayakan itu apa mas?

  • Sedang melalui bundaran, disini ada banyak bundaran utk menggantikan lampu merah
  • Jika salah satu sisi adalah trotoar
  • Jika sedang melewati jalur penyebrang seperti zebra cross
  • JIka tidak ada cukup jarak aman diantara dua mobil untuk diselip
  • Jika ada bus atau kendaraan berat yang akan diselip

Saya rasa ini progress yang baik karena:

  1. Memperpendek antrian di lampu merah
  2. Menghindari ketubruk dr belakang (cukup sering terjadi)
  3. Menjadi insentif agar lebih banyak pemobil yang beralih naik motor.

Nahh ini baru asyik nih.

Cuma jujur saja selama beberapa minggu menikmati hak lane filtering saya merasa agak khawatir juga karena sepertinya belum semua driver mobil mengerti tentang aturan baru ini. Saya dan Athena beberapa kali ditatap pengendara mobil yang merasa kaget melihat saya menyelip ke depan di lampu merah.

Mungkin sudah saatnya pake knalpot racing buat Athena nih #eh..

Iklan

51 thoughts on “Lane Filtering (menyelip di antara mobil) Akhirnya Legal di Canberra

  1. wah budaya antrinya hebat, coba di negeri kita, eh di kota saya saja contohnya, seakan semua pengendara ingin semuanya segaris, semuanya ingin didepan, menguasai jalan, dipenuhi semua jln, walaupun untuk dua arah.

  2. naik motor gak boleh selap selip ? ngapain naik motor ? mendingan mobilan, gak kepanasan, gak kehujanan, toh sama-sama wajib antri, sama-sama pasrah kena macet.
    aturan yang aneh.

    • mas ada baiknya nanya dulu, apa saja sih keuntungan naik motor dibanding naik mobil itu?
      apa hanya untuk selap-selip. bgmn dengan kemudahan parkir yang merupakan persoalan besar disini. atau biaya pajak atau yang lain.
      baru kemudian masuk pada kesimpulan “aturan yang aneh”.

  3. Setuju banget kalau seperti ini, saya berharap aturan yang benar” terjadi bisa terealisasi. Paling suka kalau lihat pengendara mobil dan bikers saling menghargai, mari kita kasih contoh di jalanan indonesia

    • Kalau saya pernah lihat di video2… Semisal ada orang menyeberang sembarangan (bukan pada tempatnya) lalu tertabrak kendaraan entah itu motor atau mobil, kebanyakan kendaraan itu tinggal kabur aja karena itu bukan kesalahan dia. Dan juga pejalan kaki lain pun jarang ada yang mau menolong si korban (penyeberang tadi), karena memang itu kesalahan sendiri si korban…

      Apa benar begitu om?

    • Kalau di Aust sini tetap harus berhenti. Tapi tidak model di Indonesia, kendaraan yg lebih besar pasti salah. Dan dikandangin mobilnya. Dilihat dulu siapa yg melanggar.

    • Lane splitting cagers bener2 bikin frustasi baik di motor jadi ngga bisa selap selip maupun ketika nyetir karena ane fobia ruang sempit, orang Jakarta memang hebat ngga perlu sedia margin of error ketika berkendara.

    • Bg sy yg org luar pulau jakarta…nyetir di jkt, bikin sy grogi…baek r2 maupun r4 semuanya sanggup split sy dr jalur yg sy inginkan. Bbrpkali diklaksonin diteriakkin kalo di jalanan jkt…ya sabar aja…di pulau org sih. Ngeri banget mepet2…vol.kendraan terlalu banyak.

      Tp tidak sy temukan kalo sy nyetir di kota2 besar lain…malah sy yg klaksonin gara2 gak sabaran atau ada yg konyol.

    • So…di aussie…yg make r4 bener2 dimanjakan dgn ketaatan hukum lalulintas oleh semua driver/biker….dan aturan lane filtering buat bikernya menyenangkan bila sy di posisi driver r4…

      *kecuali soal biaya parkir

  4. Wah kalo di Indonesia udah selap-selip aja walau berbahaya tetep aja diselip contoh kayak nyelip diantara truk kontainer lalu kalo di lampu TL pas lampu jadi hijau udah namanya klakson berdering disini sahut-sahutan. Apakah di australia juga begitu om ?

  5. Sama juga disini, setelah cukup lama (beberapa bulan) Lane Filering di ‘legal’ kan, tetap saja masih banyak driver yang suka memberikan tatapan sinis, bahkan mencoba menutup celah, wala tidak sedikit yang malah memberikan sedikit ruang buat bikers untuk lewat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s