Analisa Mengapa Angka Penjualan R25 Nasional Turun (3 Faktor)

 

Saat minggu lalu mendapat press release resmi dari YIMM yang dikirimkan ke media, saya sudah membatin wah ini bakalan rame ini hehe ..

Saya tidak kontan menulis mengenai itu. Tapi coba kilik kanan kiri dulu. Kumpulkan data atas bawah dulu. Bukan hanya dari pihak Yamaha saja, tapi dari pemain lain.

FAKTOR PERTAMA

Tidak banyak diketahui orang bahwa angka penjualan yang dicatatkan ke AISI oleh pabrikan kerap kali adalah angka “inner sale”, begitu yang diistilahkan oleh sumber saya. Alias volume unit yang dilepas dari pabrik kepada dealer (ingat secara hukum keduanya beda entitas/subyek hukum). Bukan yang akhirnya diserahkan oleh Dealer kepada konsumen (subyek hukum ketiga). Mengapa? karena ini lebih mudah dicatatkan sebagai sale. Ketimbang mengejar berapa realnya unit yang terjual kepihak ketiga.

Penjelasan ini masuk di akal. Dan bisa menjelaskan mengapa nilai penjualan bisa anjlok ke angka 515. Mari kita lihat data AISI yang saya kompilasi.

aisi

Grafik memperlihatkan data yang fluktuatif namun cenderung meningkat semenjak R25 dilepas pertengahan juli 2014. Ini kemungkinannya adalah angka inner-sale tadi yang menggambarkan pengiriman dari pabrik ke main/sub dealer. Angka yang cukup fenomenal. Padahal target awal Yamaha untuk jatah awal nasional berdasarkan analisa pasar hanyalah 1.000 unit/bulan. Sisanya eksport ke 18 negara. Nampaknya euphoria pasar yang ditandai dengan dilampauinya quota inden online (dr 500 menjadi 1000 dan kemudian 2.677), inden PRJ dan inden dealer, ditambah kekalutan dan komplain indener telah membuat production line Yamaha dirubah utk mengejar demand — yang angkanya di atas analisa pasar sebelumnya. Saya ingat di beberapa forum R25 (saat bulan Agustus) banyak yg mengeluh inden dijanjikan 4 bulan itupun belum pasti. Perhatikan grafik meningkat hingga ke angka 3.690 di bulan oktober 2014. Ediann.. ingat ini kelas 250cc lho. Pada bulan Oktober ini saya rasa titik keseimbangan antara permintaan dan supply sebenarnya sudah terpenuhi bahkan terlampaui. Dan itu alasannya angka produksi turun di bulan November dan Desember, untuk mengkoreksi ketersediaan unit di pasar. Tapi ingat bisa ada gap waktu yang panjang antara informasi stock di lapangan –> keputusan merubah volume produksi –> angka real produksi –> angka real penjualan.

FAKTOR KEDUA

Pengunduran jadwal eksport R25 dari akhir Agustus menjadi akhir Oktober (shipping pertama ke Jepang tgl 20 Okt sejumlah 120 unit – sumber: Motorplus online). Memang hanya dua bulan. Tapi ini menyebabkan volume R25 yang harus diserap oleh pasar nasional jadinya membludak, dan beban penjualan unit 2014 sulit diselesaikan di akhir tahun 2014, bahkan di beberapa tempat carry-over ke tahun 2015. Ini juga sebabnya di beberapa dealer dilakukan program cash-back dll utk produksi tahun 2014. Kondisi ini yang kemudian dikoreksi dengan penurunan alokasi pasar nasional menjadi 515 unit saja di bulan Februari. Juga ditambah dengan faktor mulai full export ke luar negeri. Saat weekend lalu saya cek di dua forum R25 yang beranggotakan lebih dari 16 ribu orang, jawabannya rata-rata ready stock 1-2 motor dari beberapa tempat di Indonesia. Ada juga yang kosong, terutama di sub-dealer.

Screen Shot 2015-03-19 at 10.09.54 pm

FAKTOR KETIGA

Mungkin ini agak menyentil  Yamaha. Consumer atau saya lebih tepatnya dengan istilah komunitas 250cc (karena consumer itu asumsinya sekali beli selesai) itu adalah komunitas yang kritis. Mereka membutuhkan pendekatan dan marketing strategi yang berbeda dan selalu inovatif.

R25 seperti juga product motor 250cc lainnya hanya bisa laku apabila pabrikan bisa memenuhi 4 P dengan baik. Product, Price, Place dan Promotion. Product bagus, pricing tepat, dan targeting market yang baik saja belum cukup, apabila tidak ada upaya penyegaran promosi terus menerus.

Dan di lini promosi dan marketing inilah sepertinya konsentrasi Yamaha terpecah dan menurun. Dugaan salah promosi Blue Core, NMax, MX 150/King yang target pasarnya lebih besar menyebabkan perhatian ke promosi R25 sangat berkurang. Helloo…?

Memang ada event-event seperti R25 Cup tapi ini lebih dengan target membina komunitas yang sudah ada. Ini tidak akan menjangkau para calon pembeli yang duduk galau dan tidak ikut event2 seperti diatas.

Harus ada terobosan lebih. Coba lihat Kawasaki yang meluncurkan produk-produk inovatif untuk membuat Ninja 250FI bertahan dengan slippery clutch, knalpot nassert beet. KMI pun juga terpukul dan harus mengkoreksi nilai import lebih dari 30% setelah keluarnya R25. Tapi sembari menunggu all new Ninja 250, upaya membuat package Ninja 250 menarik di lakukan. Memang ada perubahan personnel paska resign nya mas Eko dan Mas Zaldi, dilanjutkan dengan perubahan struktur di marketing dan promotion YIMM. Tapi ini sama sekali bukan faktor yang harusnya berpengaruh.

Perlu ada tim kecil dan konsultasi pasar/komunitas yang baik oleh Yamaha untuk khusus menangani ini. Kalau engga, siap-siap saja yang awalnya hanya fenomena sementara (turunnya national sale) menjadi angka yang lebih permanen.

 

 

Iklan

69 thoughts on “Analisa Mengapa Angka Penjualan R25 Nasional Turun (3 Faktor)

  1. Mngkin desainy jg hrs cpt di prbaiki om, sole soal desain kyke org indo lbh suka yg moge look, R25 dsain yg skrg kurang gagah om klo di lht dri smping, klo dri dpn udah jozz lah…
    R25 msti ngluarin yg baru dgn desain yg lbh gagah, sliper cluth jg, jgn lpa powernya jg hrs di buat lbh dri yg skrg,.
    Msak pnjualan kalah sma kwak., gk malu apa..,???????

    • temen ane juga baru beli ninja 300,, ane liat di akun sosmed doi…
      sumpah ane gak habis pikir kenapa doi mau aja ngambil ninja 300…
      wkwkwkwkwkwkwk

  2. entahlah ini Yamaha, antara galau ngejar penjualannya Honda dengan mengeluarkan varian matic terbarunya, ingin lebih menggerus pasar Fu-nya Suzuki (yang nyata-nyata sudah berkurang), atau ingin mengambil jatah besar “Kue” kelas 250 nya Kawasaki.

    tapi sepertinya Yamaha lebih kawatir Matic-nya dari pada R25-nya

    • Betul.. Yamaha bakal lebih khawatir core product mereka berupa moped tergerus oleh Honda lewat varian matic” terbarunya.. Pasar Kelas 250cc sendiri cuman 5% dari pasar nasional sepeda motor.. Tp dengan lantas Yamaha tidak all out karena bagian “kue” nya kecil itu menunjukan yamaha belum siap untuk terjun di kelas 250, karena sekali terjun ke kelas 250 maka akan terus menjadi sorotan para konsumen dan calon konsumen..

    • wajar om….secara langsung segment itu memang perang terbuka…
      Tapi yo seharusnya tetep melakukan defense strategy di segmen sport terutama yg di anggap premium…
      r15 down, r25 kliatan real serapannya…. masih anteng2 wae actionnya….yo siap2 aja….

    • Itu faktor subyektif yang harus dilihat lewat survey pasar. Tiga kelompok yang dilihat dan dibandingkan. Calon Pembeli (yang serius akan membeli), Yang baru saja membeli R25, dan yang baru saja membeli selain R25.

      Kalau saya yang ditanya. Subyektif, R25 tidak se-sporty model yang dipertunjukkan Valentino/TMS. Tapi itu bukan faktor yang menghalangi buat saya membeli, karena handling dan mesinnya.

    • Yup….sementara bagi ane yg awam soal motor…handing dan mesin bukan faktor utama…..desain lah nomer satu…krn dsini klas 250 dah d anggap lumayan wah…jd yg kliatan lebih moge look lebih d sukai ..karena kliatan lebih besar,kekar,dan berwibawa…dan maaf r25 blum memenuhi kriteria d atas… imho

    • Dulu saya pernah berniat meminang R25, sampai sempat minta saran di salah satu artikel forum ini. Tetapi setelah bertemu sosok R25, hmm motor ini memang fotogenik. mas Leo pasti tau arti kata fotogenik ini.
      Yup, lebih kesubjektif akhirnya, R25 bukan baby M1 bagi saya, tetapi lebih ke Vixi upgrade.

    • sy setuju dgn OM Betha, sy juga tadinya seperti itu Awal ngelihatnya wah keren tapi semakin lama lihat R25 jadi bosan beda dgn N250 makin lama dilihat makin gagah tapi sy jadi galau mau beli N250 katanya Honda 250 yg baru akan lebih keren atau N250 yg baru lebih keren (mirip ducati) jadi sy tunda keinginan sy lg setahun biar dapat barang fress..

    • Biasanya kalo buatan lokal sma buatan luar entah kenapa kualitas bahan atau yg lainnya berbeda, kalo lokal biasanya terlihat ringkih apalagi yamaha, saya punya sedikit pengalaman ketika motor vixion saya dulu saya skotlat full di bagian tangki dan setelah agak lama cat di bagian tangki deket logo yamaha mengelupas kanan kiri dan berkarat, bukan bermaksud bc tpi lebih ke pengalaman pribadi, karna itu ketika saya mau meminang sport 250cc 2 silinder sya agak ragu pilih r25 karna dari desain kurang srek lebih srek ke moge look walaupun cuman 250cc(selera orang berbeda2) untuk urusan mesin itu no 2, kalo dipikir2 sama2 250cc sama2 dua silinder performa ga jauh beda*menurut ane* toh kalo di jalan juga ga bisa kebut2an seenaknya *kecuali untuk kebutuhan balap dsb* yg plg membedakan plg feelnya aja wkwk

  3. Salah promosi R25 sendiri om leo menurut saya, awalnya di sasarkan kalangan menengah ke atas tapi justru yg jadi sasaran hanya komunitas yamaha sendiri yang (maaf) kemampuan ekonominya kebanyakan tidak menyanggupi untuk meminang r25, hasil survey juga dr beberapa dealer yg kedatangan banyak konsumen yg tertarik sama r25 tp batal begitu tau harganya, artinya message dari promosinya sendiri kurang mengena ke target yang sesungguhnya yaitu kalangan menengah ke atas, terlepas dari faktor bahwa r25 tidak se istimewa yang digembar gemborkan..

    • Masalahnya kalangan menengah ke atas dan fans Yamaha lebih pengen R1 atau R6 aja, atau Tmax dan kawan2nya hehehe. Ya 50jutaan masi middle class aja, gak murah tapi masi bs dijangkau orang kebanyakan. Ngeden dikit bisaa lah gituu.

  4. Sebetulnya penurunan ini bisa jdi sebagian kecil dri alert nya konsumen r2 d kelas 250cc….walau N25 sbg pesaing terdekatnya msih dlm 1000an yg d distribusi k dealernya(dn bukan real penjualn d pihk k 3)….ini alert bhwa kelas 250cc sudah mendekati titik jenuh…dn mungkin bsa jdi titik balik pemetaan ulang strategi utk jualn d kelas 250cc(terlepas dri lesunya ekonomi d RI d 2 buln ahir) utk tahun2 kedepan nya…ato lingkup kecil d tahun ini…so repackaging, strategi pemasarn yg baru etc…demi cerahnya penjualan kedepan nya.

  5. Om Leo,saya sekedar share saja pengalaman tmn saya. Sahabat akrab saya bahkan sudah dianggap saudara berniat meminang 250cc. Awalnya memang doi dan ayahnya sangat tertarik dengan R25 dan segala kelebihannya dibanding ninja. Bolak balik ke dealer yamaha mau meminang kok masih ada keraguan terutama dari segi desain, kualitas bahan,dan yg plg srg dianggap remeh yaitu tangki dri bahan fiber/plastik. Akhirnya doi pergilah ke dealer kawasaki,dan begitu melihat desain ninja ayahnya yg orang awam langsung jatuh cinta. Beliau melihat kualitas bahan dari ninja lebih baik dari r25 terutama di bagian footstep. Dan tentunya mindset tangki besi yang lebih gagah dan ‘nyata’ meskipun secara performa mmg kalah. Akhirnya doi memutuskan meminang n250 pdhl itu opsi terakhir selain ninja 150rr. Ini sekedar share saja bukan keberpihakan ke salah satu sisi dll. Dan mohon dikoreksi jika salah. Suwun.

    • Gak aneh bro, emang disain Ninja itu solid dan harmonis. Bahkan saya yg udah pernah punya Ninja 250 lama dan skrg pake Z250 msh jg demen tuh ama Ninja 250 FI. Saya naksir yg warna 30th anniv. Ninja, perfecto!!!

  6. Kalo dari desain R25 sih selera. Tp menurut saya ukuran motor kompak dengan performa tinggi itu merupakan nilai tambah untuk sebuah produk.
    Yg penting ergonomi, performa & handling..
    Menurut saya R25 produknya hampir sempura di kelasnya. Tapi dilihat dari sisi harga & produksi lokal, seharusnya kwalitas material seperti ninja karbu lah..
    Karena kwalitas material yg skarang dipake skarang ini buat orang” khususnya saya ragu meminang R25

  7. Saya melihat gen Yamaha lebih dari sisi sport nya..semua promosi Yamaha dikaitkan dengan Moto GP dengan Valentino Rossi nya sebagai icon…Dan itu untuk semua type Yamaha dari matic hingga sport…mungkin Harus ada redesign promosi dari Yamaha yg gak melulu sport image…ditambah lesunya per ekonomian saat ini…tadi saya sempet ngbrol sama orang leasing…penjualan Yamaha memang lebih lesu di banding merk Honda…musti dilengkapi data seharusnya…tapi ini sekedar gamabaran kecil saja…

  8. menurut saya kerena r25 ga sesuai harapan bentuk, sasis dan sock nya perlu perombakan setelah sekian lama makai r25 seperti tidak ada kebanggaan memakai ni motor karena tidak lebih baik dari kompetitor imho

  9. kepedean menurut saya mah,yimm terlalu gegabah kasih hrg tinggi mosok produk lokal hrg mefet cbu,& yg bikin nyesek kenapa arm,monosok n sasis kalah sm r15 ! disini saya kadang merasa HANDEU EUL !!! kalo pas maen ke deler yamaha n liat r15 kadng ane sk bergumam dlm hati KENAPA BUKAN MOTOR INI YANG DITEMPLOKLIN MESIN DUA SILINDER…hadeuuuh..yimm..yimm…blunder kok ga nanggung nanggung..kita liat nanti kalo ahm jd bikin cbr twin silinder…value apa yg bs dikasih ke konsumen bwt jd raja sport dimarih

  10. Saya salah satu indener online r25. Saya mengikuti kelahiran yamaha r25 dari saat “masih dinyalir” di blog2 papan atas. Puncaknya adalah ketika launching di danau Toba. Dari foto-foto yang direlease saya terkesima dan membuat saya kalap tengah malam antri inden online. 2 bulan menunggu akhirnya r25 sampai di dealer, meluncur ke TKP untuk bertemu pujaan yang ditunggu-tunggu. First impresion…sedikit tidak percaya apa yang saya lihat. Build quality-nya kok ya kurang ya…agak kecewa sih. Namun point positifnya adalah bahwa motor ini sangat enak dikendarai..wuenak buat petakilan dijalan…belief me is better then ninfi. Saya 1 tahun nunggang ninfi…tau persis bedanya. Kalo CBR250RR gimana ya? Pengen nyobain..atau naik kelas aja..

  11. Kalo menurut gw sih R25 kurang di segi desain dan kualitas body/finishing. Buat kelas 50 juta asli lah banyak kurangnya dr 2 aspek tadi. Gpp harga mepet2 Ninja, tapi tampilan kece kayak R6 pasti konsumen ga keberatan kluar duit.

    Jujur aja dari pertama x launching juga saya dah bisa liat ini motor kyknya bakal susah ngalahin Ninja 250. Data penjualan yg booming di awal sempat bikin saya kaget dan takjub, tapi wajar aja namanya new product pasti bikin market excited dan pnasaran. Tapi setelah euforia ilang, terlihat jelas jawara sebenernya masi ttap Ninja.

    Soal power itu nomor 2, lagipula mesin 250cc untuk massprod harian bisa sebesar apa sih powernya? Kalo cuma unggul 2 ato 3hp sih cincay lah, anggep aja margin of error hehehe. Jelas keduanya masih beda kelas sama motor pure racing kyk Honda NSF250, single piston aja bs 47 hp, tapi motor bgitu ga mgkn di bandrol 50juta kan? Materialnya eksotis smua. Bener2 kelas balap, kentjang dan ringan tanpa modifan apapun.

    Intinya, R25 itu menang tipiiis di mesin tapi kalah jauuuh di body/desain dari Ninja. Konsumen masih rela inden sparepart Kawasaki, selama tampilan lebih gayaa dan moge feelnya dapet. Lagian jaringan servis R25 ga sehebat yg kita kira masbro. Ini Indo, gak semua beres Yamaha lantas bisa nerima servis R series, harus ke bengkel Yamaha yang besar dengan equipment dan sparepart memadai, alias hampir sama susahnya toh dgn Kawasaki hehehehe.

  12. repot amat… ane konsumen r25 bodo amat mau kejual brp unit jg, seharusnya yamaha jgn obral diskon unit lama yg ga kjual, konsisten sm hrga jual pertama biar ga seolah2 turun pamor. sekian titik

  13. Komen saya sama dengan yang diatas….ketika performa sama atau beda tipis….kenapa konsumen mesti pilih R25? Gara2 yg bikin Yamaha? Harus diakui dari sesi tampang R25 gak istimewa bahkan sekilas bedanya sama yg R15 apa?

    • Pada kelas ini isyunya dilematis dg pricing. Lagipula dr segi content product menurut saya harga sangat wajar bagi keduanya di range itu.

    • iya mas disini R25 selain isyu pricing juga lebih susah ngelawan nama ninja yang sudah berapa puluh tahun hadir disini dari era 2t sampai era 4t twin

  14. Karena kemahalan untuk motor lokal. Lagipula orang beli motor 250cc itu untuk gengsi. Ninja walaupun cuma 250cc, ukurannya seperti motor 600cc. Secara teknis sebenarnya nggak bagus, tapi secara gengsi, moge banget… Built up lagi.

    • Betul masbro. Kebanyakan rider kita kepingin moge superbike tapi terganjal sama PPNBm yang nggilani. Jawabannya ya Ninja 250, dari awal pun desain Ninja 250 memang disengaja menyerupai motor 600cc; biar kate berat, power kemakan bobot, tapi gantengnya itu kaga nahaan.

    • Yup stuju bgt ma koment di atas pandangan prtama kuncinya
      Soal enak di kndarai dll soal keskian coz yg bli mtor 250 biasax pnya mtor untuk mobilitas macam metik en dia ingin pnya mtor yg moge look pastinya
      Jdi g heran isu next cbr rr bkal pake usd secara fungsi g butuh bgt tpi pnampilan 4 jempol
      titik jenuh pasar ?! Tentu saja tidak, pasar lesu sesaat akibat dolar menggila tpi liat dari sejarah orang indo mudah beradaptasi pasar kembali bergliat well see

  15. analisa bagus bgt Om Leo.

    pangsa pasar dr R25 sendiri memang besar juga buat export.

    menurut saya pribadi R25 terlalu rame juga utk strippingnya utk kelas 250..tdk simple.
    terkesan apa adanya.dan downgrade speknya dibanding buat pasar export.
    dan harga yang memurut sy terlalu Pede.

  16. Bodo amaaaattt =)) mau pilih ninja yaa silahkann, beda 3hp dibilang tipis yaa silahkaannn, belom nyoba handlingnya r25 sihh, makanya ngomong gitu. Coba dulu baru komen, ninja handlingnya berat broo

    • Yah itu dia, saya juga akui handling R25 memang ringan dan joss dibanding Ninja. Tapi handling dan power mesin itu aspek kasat mata. Yang bisa ngerti dan rasain ya cuma agan sendiri sebagai owner. Sedangkan desain keren dan moge look tampak mata, owner ataupun bukan semua bisa appreciate dan kagum sama penampilan Ninja. Sekali liat customer (terutama yg awam) lgsg jatuh cinta, dan akhirnya beli.

      Ya terbukti kan setelah euforia berakhir ternyata sales R25 ga seheboh yang diprediksi. Saya gak bilang R25 motor jelek, cuma aspek penampilan yg perlu diperbaiki. Jgn panas ya masbro. Kan sesuai kata situ, situ enjoy handling R25, jadi bodo amat kan? Hehehe

    • Tapi ane kok kurang sreg ya sama desainya ninin.. soal power sih g juga jadi pertimbangan ane secara sapa juga yang mau kebut kebutan, sayang nyawa, pingin nikmatin riding nya aja, nikmatin hasil kerja.

      Soal build quality juga ane liat dua duanya cukup bagus… cuman beda konsep waktu R&D nya aja. yang iyalah tangki kondom gak sebagus tangki besi, apa iya semua motor harus pake tangki besi, di situlah kadang kita juga harus ngerti konsep motor yang kita mau beli tu kayak gimana. yang jadi tolak ukur kan kita sebagai owner.

      Ane termasuk orang awam yg ga terpengaruh bloger atau komunitas motor, ane cari cari info R25 setelah ane uda beli motornya duluan. dan ane beli R25 setelah liat kawak ninja dan bahkan di tawarin diskon 2 jt untuk Vin 2014, tapi maaf semua kembali pada selera dan ane pingin puas dengan pilihan ane sendiri setelah beli.

      Tiap touring ane barengan juga sama owner ninja, tapi alhamdulilah kita saling respect, sama sama rider.. gak ada gunamya nyari sapa yang lebih baik. yang penting itu motor uda jadi milik kita, kita syukurin, kita nikmatin, dari pada dengerin kata orang yang akan selalu bisa komen seperti apapun kondisi kita.. ya ngak bro???

  17. bro kaga salah tangki R25 bahan dari fiber plastic? ga mungkin ah, mungkin kondom tangkinya aja yang bahan fiber plastic, tapi utk harga emang kemahalan banget R25, masa 53 juta? gila apa? R3 di eropa dan amerika aja di hitung ke rupiah 60 juta dengan cc yang lbh besar, tenaga 42DK, bahan material pasti jauh lebih bagus daripada R25, pantasnya 35 juta itu R25

  18. Tidak ada yg salah dengan R25 semua hanya butuh waktu, toh pada intine semua sama,kembali pada pribadi masing2,aq skrg nyaman menggunakan R25,begitu pula dulu..aq suka mengunakan ninfi,mengunakan ninfi 1thn ketika jual ninfi rugi 8jt pdhl kilometer baru 400km,bsk ketika R25 kujual aq pasti rugi jg tp paling tidak aq puas karena kmungkinan aq jual R25 ketika sdh 30.0000 km atau bahkan lebih

    • pengalaman pribadi,tmnku mtr jatuh tangki penyok dll brp uang yg dkeluarkan hampir 2jt butuh 3 semester untuk menunggu 🙂 , R25 ku jatuh fotstep patah brp uang yg kukeluarkan?? 35rb dah hny butuh waktu 3hari untuk inden,asalkan g ad mtr yg handlingnya mengalahkan r25 aq pasti g akan jual r25 ku karena bosan,klo soal penjualan r25 g seheboh waktu pertama,smua hny soal waktu,ketika mindset konsumen diubah dan handling serta mesin R25 ttp yg terbaik maka..?????smua hny soal waktu

  19. Harga cm beda 1.5jt dengan ninfi tp kualitas material jauh dibawah, ninfi CKD thailand sedangkan r25 lokal, beda power cm 2-3hp , konsumen jelas pilih ninfi. lagian konsumen yang beli motor beginian udah ga ketipu ama iklan2 moto gp nya yamaha . beda ama yg beli vixi ato matic mio dkk yg masi suka bawa2 moto gp kalo beli motor . “yamaha kan jawara moto gp, pasti motor nya bgs banget” hahahahahah.

    salam

    • Saya punya dua2nya hampir setahun penuh dan hapal dg kualitas materialnya. Kualitas material kalah jauh? Yakin mas? Ini krn pengujian sendiri? Ingat kasus fairing leleh? Atau pemasangan fairing renggang dan speedometer berembun?

    • Ninja 250 fi sy termasuk.gelombang produksi pertama. Tidak ada kasus seperti yg om bilang. Mungkin om dpt yg produksi cacat. Oke sy minta maaf kalo kualitas material memang tdk bs sy dibuktikan. Tp liat aja kualitas rakitan nya r25. Kasar bener finishing nya. Kalo masi merasa r25 build quality nya setara ninfi. Coba ajak tmn om yg awam tentang motor trus ajak.ke dealer yamaha dan.kawasaki . Trus tanya rapih mana rakitan nya r25 ama ninfi. Sy tantang hehehe

    • Saya juga dapat batch pertama. Dan aktif di komunitas ninfi (yg mungkin pertama) di Indonesia sejak masih berbentuk BBM grup jadi cukup mengikuti dan memfasilitasi keluhan teman2 Ninfi. Ada perbaikan yg cukup signifikan pada batch di tahun kedua berkat masukan terus menerus dr komunitas.

    • Callange accepted
      Saya awam om, uda liat kawak duluan malah.. tapi ane beli R25, emang yang kurang rapi apanya sih?? tangki paling karna kondom.. Tapi itu karena kontruksinya beda, ya iya jadi keliatan g rapi kalau di liat dengan super detail, namanya juga kondom om bedalah sama yang tangki besi, tapi kalau orang g kasi tau ane, ane juga gak tau lho klo tangkinya R25 itu kondom.
      kurang bego dan kurang awam apa coba ??

  20. Pengalaman pribadi memakai Ninja 250 EFI= berat, cepat capek (dipakai 10 km sudah terasa capek di tangan dan punggung), material fairing lebih jos, power mesin kurang nendang. Yamaha R25= bawaan ringan seperti CBR 250R (dulu pernah punya CBR juga, hehehe…), power mesin full dari rpm bawah sampai tinggi, handling enak dan tidak bikin capek, material plastik kurang solid.

  21. Angka penjualan R25 sebenarnya tidak turun, tapi lebih di salurkan ke pasar ekspor, untuk dalam negri memang hanya terjual 576 unit, tapi yg di ekspor malah tembus hampir 8000 unit. Agak bingung juga sich, koq media pada heboh, yg di bahas yg penjualan domenstik aja, harusnya di bahas juga yg untuk di ekspor. Kan sama juga masuk angka penjualan juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s