Review Knalpot Sportisi VRX – R25 – Big Bang for the Bucks

Leo Sentul 8-001

pict by om Singo

 

Sudah 1500an km. Saatnya mencoba berbagi catatan tentang knalpot Sportisi VRX ini.

Saya selalu mereview knalpot menggunakan 3 aspek kunci:

  1. Kenaikan performa
  2. Suara
  3. Bentuk

Review umum 4 knalpot bisa dilihat disini

https://7leopold7.com/2014/07/29/perbandingan-4-knalpot-aftermarket-untuk-r25/

Aspek harga tentu berpengaruh tapi sebaiknya dinilai setelah kita melihat 3 aspek di atas.

 

PERFORMA

Sportisi VRX sejauh ini adalah knalpot yang berhasil menggali tenaga Sabina pada titik maksimumnya melewati batas angka 32 DK. Dibantu dengan PCV, tenaga terasa lebih padat sejak tarikan awal dan bertahan hingga RPM melewati 12,500an.

Ini beda sekali dengan knalpot standard yang cenderung kosong di awal. Bro dan Sis mungkin harus seakan-akan menarik gas dua kali atau agak dalam jika membutuhkan akselerasi lebih.

Leo Sentul 9-002

Seperti bisa dilihat di video test top speed per gear tarikan terasa tanpa drop dan sangat rapat.

Hasil dynojet test juga memperlihatkan bahwa dibanding knalpot lainnya yang bervolume silencer lebih kecil tenaga R25 tidak berkurang alias drop di putaran atas dengan Sportisi VRX ini.

 

SUARA

Saat pertama kali mendengar suara VRX, setelah cukup terbiasa dengan suara knalpot R9 dan Prospeed menurut saya VRX ini sangat kalem, rapi dan ngebas di frekwensi bawah. Anda tahu itu knalpot aftermarket tapi suaranya nyaman mengisyaratkan padatnya tenaga.

Dan warna suara itu tidak berubah saat kita masuk ke cruising speed di RPM antara 4000-9000 RPM. Bahkan jelas bisa didengar suara mendesing ngingggggg yang naik dan turun bersamaan dengan putaran gas. Timbre yang konsisten dan tidak pecah meskipun meraung dengan ke-khas-an R25 terdengar ketika mesin dikitir pada putaran atas mendekat limiter.

 

BENTUK

Saya mendapatkan cukup banyak komentar mengenai bentuk knalpot VRX ini. Umumnya melihat proporsi volume dan desain yang cukup besar dibandingkan knalpot rival-rivalnya yang cenderung mengikuti pola Sakura yang serba ramping dan kecil.

IMG_8087-001

IMG_8084-001

Ini menyangkut soal selera memang. Solusi cepatnya adalah dengan memproduksi versi black carbon dari VRX ini. Sejauh ini yang diproduksi adalah Titanium (asli enteng banget – 4.5 jt rupiah) dan Stainless (3 jt rupiah). Solusi jangka panjang adalah mengurangi volume silencer VRX.

 

OVERALL

Dengan performa yang dominan dan karakter suara seperti di atas, VRX adalah salah satu the best exhaust yang didesain dan diproduksi anak negeri. Worth buying. Bro dan Sis akan mendapatkan lebih banyak ketimbang pakai knalpot import branded yang harganya dua bahkan tiga kali lipatnya. Bentuknya yang tidak mainstream justru menjadi factor yang berkontribusi atas performa dan suara yang dihasilkan.

IMG_8082-001

Iklan

44 thoughts on “Review Knalpot Sportisi VRX – R25 – Big Bang for the Bucks

  1. sepertinya hanya derajat kemiringannya aja, klo yg skrg terlalu landai.. plus antara leher knalpot dan silencer harusnya dibuat mengerucut. CMIW

  2. Performanya paling galak ya om, kalo knalpot AR-1 blom pernah coba om? Kayaknya mantep tuh, produk lokal juga kan, apalagi om angga anjany kan udah sering berprestasi di balap tuh, jadi penasaran sama knalpotnya, cobain donk om Leo, hehe… 😀

  3. Bang Leo,,ku mau nanya bang,,mohon dijawab..
    Tinggi Badanku 161 cm,Berat Badan 55an, lebih cocok pakai Ninja 250Fi apa R25 bang,,
    asli bang lagi bingung bgt..

    • Coba ke dealer ngajak temen, naik deh ke motor display, temennya disuruh fotoin. Bandingin aja fotonya keren yang mana. Kalo cuman ngejar tampilan lho ya….

    • soal lebih cocok yang mana antara kedua motor itu engga terlalu tergantung dari tinggi dan berat badan. Tapi lebih pada soal selera. Keduanya secara ergonomi bedanya ga terlalu jauh. Setuju dengan bro Anton. Coba tunggangi saja dan rasakan serta lihat hasil fotonya. Di perasaan lebih senang yang mana.

  4. Pipanya aja d pendekin om… Itu kpanjangan koq…. Dah bagus entar…krn pipanya rada tersembunyi… Lalu tutup pipanya kaya knlpot standar dgn plastik taham panas.. Dh bagus tuh..

  5. Jozzzzz……

    TEORI Θ¡ SERTAI PRAKTEK

    Bukan cuma ϑ¡ teori ϑ¡ atas kertas burem,praktek ϑ¡ congor ternakan ahm

    Motor superior terdahsyat ϑ¡ kelasnya

    Yg jones makin nyilem ϑ¡ empang

    Ngoahahahha

  6. lama nih gak pernah komen dimarih. tapi OOT nih om! om leo kan sring turing dgn jarak lumayan jauh tuh, apa aja sih om yg paling perlu dipersiapkan sebelum turing?? hal2 yg perlu dihindari selma turing, dengan pasca turing. klo boleh buatkan artikel yg puaaaaannnnjanggggggg ya om.

    pertanyaan ini sy khususkan untuk solo turing om,

  7. lama nih gak pernah komen dimarih. tapi OOT nih om! om leo kan sring turing dgn jarak lumayan jauh tuh, apa aja sih om yg paling perlu dipersiapkan sebelum turing?? hal2 yg perlu dihindari selma turing, dengan pasca turing. klo boleh buatkan artikel yg puaaaaannnnjanggggggg ya om.

    pertanyaan ini sy khususkan untuk solo turing om,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s