Diskriminasi Terhadap Pengendara Motor di Ferry Sabang

Saya kira sebagai pengendara motor jamak kita mengalami diskriminasi dan dianggap sebagai pengguna jalan kelas dua.

Misalnya larangan masuk ke jalur tertentu (bukan jalan tol ya) sehingga harus memutar sangat jauh. Atau gedung yang kita tuju tidak menyediakan lahan parkir utk motor atau sangat jauh atau dalam di basement terdalam.
Setiap kali ada rencana pembatasan arus pun biasanya motor yang disikat duluan.

Nah kali ini saya mengalami bentuk diskriminasi lain yang menurut saya sudah terlalu keterlaluan: saat antri menaiki ferry utk menyebrang menuju dan dari Sabang.

image

Jalur masuk roda dua dipisahkan memang dari kendaraan lebih besar lainnya dengan pertimbangan keselamatan. Disini motor dan truk antri umumnya mulai dari 2 jam sebelum keberangkatan. Menjelang jam keberangkatan mobil mobil pun mulai berdatangan.

Diskriminasi dimulai disini.

Pada saat embarkasi yg mendapat prioritas jam berapapun mereka datang adalah mobil.

image

Motor? Paling akhir dan dijatah tiap 5 motor masuk.

Sangat menyakitkan hati setelah berjam jam kita menunggu, mobil yang baru datang bisa langsung melenggang masuk ke ferry.

Petugas sudah kebal sepertinya dg keluhan dan klakson motor.
Saat ferry brkt ada 10 motor yang akhirnya tidak bisa berangkat. Krn betul-betul sudah penuh. Harus menunggu ferry 6 jam berikutnya atau keesokan (hari kerja hanya ada 1 ferry  per hari).

image

Apa memang berbeda mas harga tiket motor dan mobil?

Memang berbeda. Motor sekitar 21rb/ kendaraan. Mobil ditarif 150rb. Tapi perlu dilihat dengan cara mereka memarkir motor, tanpa spasi, 1 mobil setara dengan 8 motor. Belum lagi kalau dilihat bobot mobil yang lebih dari 1 ton.

image

Saat pulang ke Banda jam 6 pagi, di pulau Weh masih gelap, saya sdh berada di pelabuhan utk memastikan bisa berangkat utk ferry jam 8.

Sudah ada 30an motor. Dan diskriminasi itu pun berulang.

Iklan

35 thoughts on “Diskriminasi Terhadap Pengendara Motor di Ferry Sabang

  1. Memang sepertinya pengendara motor memang seperti jadi warga kelas 2.
    Tp ane pernah punya pengalaman unik, saat itu ane bawa hd fatboy, ane bawa hd masuk hotel bintang 5, menuju parkiran motor, eh malah disuruh parkir tepat depan loby. Dan gratis pulak.
    Tp ane juga pernah bawa motor moge jadul 400 cc, yg mirip thunder 250, malah disuruh dempet2an sama motor2 kecil….

  2. Udah biasa om, motor tuh warga kelas 2, di mall2 juga ada yang beberapa menerapkan larangan motor masuk parkiran mall nya kan, kalopun ada dikasih yang jauhh, pengap, dan gelap, padahal kalo liat di luar negeri, parkiran motor ya sama kaya parkiran mobil, 1 space nya parkiran mobil bisa dipake 1 motor kalo memang keadaannya memungkinkan

    • bener bro, kalau dulu bayar max 2000 gpp lah, lha sekarang masuk 2000, per jam 2000, bisa lebih mahal parkir di mall daripada bensin sehari….

  3. Biasa lah yg punya mobil berhasil ngelobi yg punya ferry supaya ngeduluin mobil biarpun motor lebih banyak, pasti urusan duit dan kuasa mirip2lah sama diskriminasi parkiran motor dibanding mobil di mal, kalau motor mau di istimewakan harus pake yg 4 silinder + salam tempel….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s