Kekurangan #1 YAMAHA YZF-R25

Setelah panjang dan lebar lewat beberapa seri tulisan membahas keunggulan R25, sepertinya saatnya saya juga menulis apa yang saya rasakan, sebagai user langsung, adalah kekurangan, downsides, dari R25. Hal ini juga saya lakukan ke motor-motor saya yang lain seperti Ninja 250 FI, itu malah sampai 4 artikel terpisah, dan juga Er6n sekarang ini.

Kekurangan #1 adalah ergonomi sebagai sebuah motor bergenre sport.

Sekali lagi ini subyektif dan mungkin tidak dirasakan oleh R25 rider yang lain. Karena terkait ekspektasi, postur tubuh dan riding style setiap rider yang berbeda.

Ekspektasi tentu tinggi saat melihat concept bike di bulan November 2013 lalu, apalagi saya cukup beruntung sebagai blogger pertama yang bisa menayangkan detil-detil concept bike di tanah air (saking buru2nya sampai ga diwatermark foto2nya). Coba lihat segitiga posisi duduk, footstep dan handle gas. Tajam.

Yamaha-R25-Tokyo-Motor-Show-20131120-1

Ini adalah gen racing YZF-R yang akan sport habis, Yamaha gitu lho..

Lihat ke atas ada R6, lihat ke bawah ada R125 wow….sport habis. Emak.. akhirnya anakmu ini bisa naik seri YZF-R…

Tapi begitu tirai disibak di Parapat,, ergonomi kok nampaknya berbeda. Dan ini terconfirmed saat ride test di Otomotif grup dan Ancol.

Fullscreen capture 6212014 44351 PM

Posisi stang yang cenderung tinggi dan footstep yang longgar di depan dan bawah nampaknya dirancang untuk kenyamanan kendaraan harian. Apalagi dengan windshield yang mungil terasa sekali ergonomi saat kecepatan tinggi serba nanggung, Mau ngumpet kagok krn posisi footstep dan stang tegak, kita nunduk pun angin tetap lolos di windshield.

Hmm nampaknya Yamaha di persimpangan jalan dan menjadi ragu. Sport habis atau daily ride.

Ingin mendobrak dan mendominasi sport 250cc dengan motor sportnya sport, pure breed, ataukah ingin mendominasi penjualan pasar dengan mengusung motor yang ramah riding stylenya bagi seluas mungkin tipe pengendara.

“Kenapa bro kok ga beli R25?, kan keren”

“engga ah, gw udah nyobain motornya nunduk bener”

Nah tipe rider yang berada di area “pengin keren tapi ga nunduk dan pegel” itu mungkin persentasinya dianggap terlalu siginifikan untuk diabaikan. Dan dalam persaingan sengit pasar 250 cc sebagai pendatang baru tentu Yamaha butuh spektrum market yang luas.

Mas, lalu bagaimana cara mengatasi kekurangan ergonomi itu?

1. Menurunkan stang (murah) dan/atau stang underyoke (beli)

Dari pengalaman saya di Sentul dan Belitung, posisi stang yang lebih rendah membantu handling kita saat cornering. Disini soal selera dan kebiasaan. Untuk saya turun 3-4 cm cukup pas dan tetapΒ  bisa digunakan untuk di jalanan kita yang tidak pernah bisa mulus.

2. Ganti footstep aftermarket atau beli raiser footstep.

Mundur sekitar 5 cm dan naik 2-3 cm. Ini akan membantu handling saat kaki kita rapat memeluk body. Juga untuk menaikkan posisi footstep yang jalu di bawahnya mudah sekali kena aspal kalau cornering.

yamahar252in (1)-001

3. Windshield yang nanggung

Saya kira sebentar lagi juga produsen sdh akan mulai release windshield aftermarket yang lebih bubbly dan cocok untuk sport purpose.

IMG_7765

Windshield R25 racikan YIMM khusus racing yang sudah adopsi windshield racing.

Cukup dengan dua cara pertama di atas kekurangan ergonomi R25 sudah lumayan bisa teratasi. Tentu bukan solusi yang ideal. Misalnya menurunkan stang membuat ground clearance motor turun sehingga harus hati2 saat melewati lubang/poltid yang sering kali lebay ukurannya,

Idealnya adalah Yamaha mengeluarkan YZF-R25 SE. Yang pure sport breed. Superior engine mapping dan ergonomi. Dijual 57 juta juga bakalan laku.

Gimana Bro dan Sis, mau R25 versi special edition tapi bayar lebih?

—————————————————–

Kalau rekan-rekan pas ada waktu senggang dan berkenan, mohon dukungannya untuk vote Sabina ya. Deadlinenya tanggal 18 September 2014 tengah malam. Masih 1 hari lagi. Saat ini sih Sabina masih di posisi pertama pas dg 255 votes, tapi yah persaingan ketat hehe..sudah kayak balapan MotoGP, salip-salipan…..

Fullscreen capture 9122014 51249 AM

Caranya mudah:

  1. Masuk ke link ini: http://microsite.detik.com/minisite/streetshotyamahatahap2/detail/76057
  2. Klik β€œVote” di kanan bawah. Bro dan Sis akan diminta login. Bisa dengan account email gmail, atau FB atau Twitter.
  3. Vote, lalu andai sempat mohon konfirmasi ke saya via email
Iklan

63 thoughts on “Kekurangan #1 YAMAHA YZF-R25

  1. hmm kekurangan nya asal ada solusinya no problem tuh πŸ˜€
    btw bisa ngga sih kalau R25 set brake nya diganti abs? walaupun mahal

    • lebih baik beli versi ABSnya saja bro. Yang dipasang pabrikan dan sudah melalui pengujian yang intensif. Pasang sendiri rawan fail juga. Ga sebanding dengan resiko.

  2. jangan om… jangan keluarin yg SE, mending keluarin paket up grade aja… kan hitung hitung blom ada dealer yg keluarin paket up grade…. yimm yg pertama… hehehe

    • saya kok ga pernah merasa terganggu dengan dashboard ya. kalau disuruh milih kabel ga keliatan tapi kopling jadi berat dan handling susah atau sekarang ini, saya lebih milih seperti yang sekarang.

  3. Sbenarnya saya FBH hehehe tapi ga trlalu fanatik merek. Yang jelas erogonomi R25 lebih enak diajak macet dibanding Ninfi250. Bukan apa2 saya tinggal dijakarta. Tau kan macetnya kayak orang kesurupan. dan btuh kenyamanan dengan power mumpuni. R25 pilihan bijak menurut sy. Imho

  4. mak nyusssssssss di sisi lain orang mengiginkan racy abis. di sisi lain orang mengiginkan yang bisa di pake harian.. lah binun jadinya……… masukan aja buat YIM buat aja 2 jenis sport fairing yan1 untuk sport abis 1 lagi untuk harian. jadi pembeli bisa milih…….. full sport atau sport turing. dan 1 lagi jangan lupa naked nya

  5. kekurangan utamanya ya itu dia, suspensi monoshock gak pakek Link Suspension, sekalipun yamaha gembar gembor peredaman suspensi tetap mumpuni karna udah twin tube shock, tapi namanya motor sport full fairing 250cc double silinder yg (katanya) turunan R-Series ya seharusnya pakek, malu dong sama sport sejuta umat pixion yg udah pake, palagi klo next new sport honda 250cc jadi hadir dan pake pro-link, makin ketinggalan R25nya.

    • ntar nambah panjang sumbu rodanya, kelincahannya kalah ama kompetiror. akhirnya menjadi fitur canggih yang membunuh diri sendiri. tidak semua “super teknologi” harus dipakai dan cocok untuk semua produk kok.
      Seperti swing arm banana yg di idam-idamkan, orang lupa bahwa sebenernya lekukan arm itu dibuat untuk menaruh perut knalpot 2tak. apakah motor 4 tak sedemikian perlu?

    • berkaca dri ninja mono walau
      mengaplikasikn prolink tapi tetep sgt
      sgt lincah buat liak liuk.n di ninja mono
      sumbu roda ko bisa yah g terllu
      panjang padahal dh pke pro link.

    • mungkin ninja mono ini dimensi mesinnya kecil, kan 1 silinder om. jadinya gak terlalu mendorong frame motor kebelakang

    • nahh ini. saya sdh pake 3000 km, kemana2. Kok ga pernah nemuin/merasakan keluhan soal shock ya. Agak empuk iya, tapi cocok karena 80% jalan yang saya lalui unpredictable.

  6. Mauuuuu yg SE, saya jual yg ada ini kalo keluar yg SE, hehehe….. soalnya seperti uraian om leo diatas, untuk postur saya yg mungil, footstep kurang tinggi, akhirnya saya pasang riser footstep dan turunin shock depan 3,5 cm, baru enak, hehehe…..

  7. berkaca dri ninja mono walau mengaplikasikn prolink tapi tetep sgt sgt lincah buat liak liuk.n di ninja mono sumbu roda ko bisa yah g terllu panjang padahal dh pke pro link.

  8. r25 adlah keluarga dri R series yg menyimpang krn yzf yg lain pke sasis deltabok eh ini sasis trusframe, yg lain ergonomynya racy eh ini mlah sport turing, yg lain pke spakbor kolong eh ini gk pake…trus apa lgi ya..hadeeh..

  9. vote R25 SE πŸ˜€ underyoke, footstep racing, knalpot akra+db killer, remapping. uwihh cakep itu baru
    udah kayak panigale R nya panigale πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s