Yamaha T-Max Test Ride at Belitong: Comfortable, Powerful and Sporty

I will make it simple and brief.

Reputasi tiba mendahului kehadiran T-Max di Indonesia. Bagi para pemerhati Mega-Scooter bercc lebih dari 500 cc mungkin sudah familiar dengan BMW C600 Sport atau Suzuki Burgman 650 yang banyak beredar di pasar Eropa.

2012-BMW-C650GTd

BMW C 650

index

Suzuki Brugman 650

IMG-20131110-01209

Saat perkenalan diam2 CBU Yamaha pada komunitas motor di Puncak November 2013

Namun T-Max memiliki posisi tersediri dalam konfigurasi persaingan di kelas ini setidaknya untuk dua alasan:

Pertama, T-Max yang mendefinisi kelas ini ketika diluncurkan oleh Yamaha tahun 2001 kepada public yang tidak teredukasi.

Kedua, melalui tiga generasi T-Max Yamaha mengarahkan paradigm bahwa Mega Scooter pun harus berorientasi sport.

Dan memang T-Max terlihat indah dan mengintimidasi pada saat yang bersamaan.

Desain sporty ala Yamaha tersemat habis pada setiap kurva tubuh T-Max. Agresif. Mengintimidasi karena dimensi T-Max yang tinggi dan besar, bahkan melebih total dimensi motor sport 600cc.

Saat istirahat makan di Café Vega, Manggar, Belitung Timur saya matur ke mas Defin Yamaha Indonesia untuk jajal-jajal sore T-Max. Silahkan mas. Muncul rasa penasaran juga karena selama 2 hari riding beberapa T-Max (5 unit kalau engga salah) tidak kalah agresifnya menjelajah Belitung dibandingkan kelas sport.

Saya ingin tahu apa saja sih yang ditawarkan this big convenient beast.

IMG-20131110-01199

Saat duduk, yuppp.. memang gede dan tinggi. Coba static swiveling dulu. Mengayunkan motor ke kiri dan ke kanan saat statis untuk mendapatkan feeling awal handling motor ini. Beralih dari satu sisi ke sisi lain tidak seberat bayangan awal saya.

Fullscreen capture 912014 101635 AM-001

Engine on. Getaran sangat halus. Thanks to the third slave piston yang meng-counter-balance vibrasi mesin.

IMG-20131110-01206

Squeezing the throttle, wow… responsive sekali.. melonjakkan motor berbobot 219 kg (wet) ini ke depan.. Torsi sebesar 45 Nm terasa ngablak semenjak RPM bawah…
Mengalirnya tenaga dari dapur pacu ke CVT dan roda belakang terasa sangat padat, halus dan bergelincir begitu saja. Mesin terasa mendenyut membesar ketika RPM ditarik melewati 5000RPM. Dan terus memburu naik secara linear tanpa gejala melandai.

Saya lirik speedometer yang agak sedikit deceiving. Yang terpampang lebih besar adalah satuan dalam miles per hour. Dan wohh this beast hit 100 miles/hour atau 160 km/jam. Dengan sangat stabil dan tenang. Aroma sporty betul-betul terasa. Overtaking di jalur luar kota tidak bermasalah.

Fullscreen capture 912014 102245 AM

Tanpa saya sadari posisi duduk saya sudah berubah. Mulai dari awalnya selonjor dengan posisi duduk di belakang. Sekarang kaki sudah lebih menekuk dengan posisi duduk lebih ke depan dan lengan menekuk. Sport tenan…..

Handling dan suspense sedikit mengingatkan saya dengan BMW GS. Ada realitas yang terpisah. Antara kondisi jalan yang wavey dan kenyamanan yang dirasakan tubuh. Seperti memandangi jalan raya dari balik dek. Nyaman dan berjarak.

Beloknya bagaimana mas?

Nahh.. saya awalnya skeptic dengan semua matic karena centre of gravity biasanya jauh di belakang. Tapi T-Max ini memang kelasnya berbeda. Titik beban cenderung lebih tengah karena posisi mesin diletakan lebih ke depan.

Fullscreen capture 912014 94128 AM

Berbelok dengan T-Max lebih menggunakan pinggul dan badan. Lumayan ringan, tapi gunakan pinggul. Kecuali anda berjalan pelan ya.

Salah satu problem cornering dengan T-Max adalah suspensi belakang settingan standard yang terlalu empuk. Jadinya mengayun. Tidak susah mengakalinya cukup merubah suspense menjadi lebih keras.

Problem lain adalah, T-Max ini memang di desain utk kondisi jalan dengan karakter medium to high speed. Long cornering adalah wilayah idamannya. Nah kelemahannya pada rute2 tikungan pendek seperti Cikidang atau Danau Maninjau. Wheelbase yang terlalu panjang akan menyulitkan quick and rapid maneuvering.

Saat melalukan test ride saya kesasar di kota Manggar, dari beberapa persimpangan saya melewatkan simpangan menuju pasar dan kesasar kesana kemari. Hadeuhh maaf ya mas Defin hehe.

Fullscreen capture 912014 101947 AM

kesasar *payah

KONKLUSI

Mega-scooter diciptakan untuk mengawinkan kenyamanan (matic transmission + praktikalitas) dan tenaga yang berlimpah. Kombinasi yang awalnya sangat berorientasi pada market eropa.

Yamaha mendorong lebih jauh versi ketiga T-Maxnya dengan menanamkan elemen yang ketiga: karakter sport.

Dan ini tercermin dengan baik on the way she moves.

Sembari berusaha menemukan jalan kembali ke tim Yamaha saya berpikir, hell I will have one of this. The white one.

IMG-20131110-01205

 

 

 

 

Iklan

21 thoughts on “Yamaha T-Max Test Ride at Belitong: Comfortable, Powerful and Sporty

  1. Ping balik: Gelar Tempur Matic Premium Yamaha di Indonesia (150-530cc), Mungkinkah Mendominasi? | 7Leopold7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s