Perubahan Jajaran Tempur Kawasaki Motor Indonesia

 

Nampaknya mengantisipasi semakin sengitnya “perang” motorsport di tanah air, Kawasaki Motor Indonesia memutuskan untuk melakukan re-deployment unit dan pimpinan secara internal.

Mendadak dapat undangan halal bi halal KMI-Media, saya (dan mas Taufik TMC juga diundang sebenarnya tapi sepertinya berhalangan datang) hadir di dinner kecil di Gran Indonesia.

Pada kesempatan ini KMI memperkenalkan jajaran baru tim Sales and Promotion dari Marketing Division KMI.

20140822_195500

Mas Aliong, bro Brury (yg bukan Pesolima), mas Michael, bro Bobby dan bro Sucipto

Jika sebelumnya tim ini dikomandani oleh mbak Dewi Septianti selaku Deputy Department Head maka posisi ini sekarang digawangi oleh mas Michael Chandra Tanadhi. Selain ada perwira pertama mas Aliong Iskandar, unit tempur ini sekarang juga diperkuat oleh mas Sucipto Wijono yang selama ini bergelut di Research and Development KMI. Bro Bobby Bharata tetap bertahan pada formasi depan bersama bro Brury yang baru bergabung.

20140822_201449

Pada event ini mas Michael menjelaskan beberapa strategi ofensif KMI yang akan memperkuat dukungan ke basis-basis komunitas Kawasaki seperti contohnya support ke Jambore Nasional KNI di Lampung akhir bulan ini. Selain itu KMI juga akan melakukan pembenahan pelayanan service di jajaran dealernya. Nahh ini memang PRnya Kawasaki mas.

Saya menduga perpindahan mbak Dewi sang diplomatnya KMI ke divisi Spare Parts juga dengan misi untuk memperbaiki dan meningkatkan layanan after sales terutama spare part yang menurut saya kedodoran. Justru ini titik terlemah KMI kalau dibandingkan dengan kompetitornya di kelas motorsport seperti Yamaha Indonesia.

Tidak mungkin dong berangkat perang kalau bagian Bekang (perbekalan dan angkutan) lemah.

Selamat untuk perubahan manajemen KMI!

Iklan

30 thoughts on “Perubahan Jajaran Tempur Kawasaki Motor Indonesia

  1. masalah ketersediaan spare part emang vital bagi customer dan dealer. Customer senang dan tenang, dealer bs banyak mengail untung dr perjualannya..

  2. To Jajaran Tempur KMI : mohon mekanik kawasaki lebih distandarisasi… ketersediaan komponen juga…. cobalah jualan dengan melihat dari sudut pandang konsumen….anda akan tersenyum kecut jika mengetahui aki, busi, dll di dealer kawasaki harganya 2-4 kali lipat dari harga produk lokal dengan merk sama! kawasaki sekarang punya pesaing R25, kalau jualan parts dengan harga nggilani ya konsumen lama2 lari… karena sudah ada kompetitor.
    alasan orang beli kawasaki dulunya karena tidak ada produk lain (misal motor 2 tak, motor 2 silinder) lah sekarang? tanyain om leo tuh…. brand lain punya loyalis dan historis lebih baik … semoga kawasaki lebih baik dikemudian hari

    • http://pertamax7.com/2014/08/26/harga-sparepart-fast-moving-buat-yamaha-yzf-r25-ternyata-tergolong-murah-untuk-motor-kelas-250-cc-jurus-telak-yamaha-ini/

      Seperti link di atas ini yah mas bro ?, … kalaw boleh sedikit komentar … , saya mau naik kelas dari ninja RR ke ninja 250 agak2 ngeri (alasan~nya sama dengan jawaban situ, spare~part & dll) yang saya rasa mahal, indent (tdk ready) … ada yang bilang, “motor mahal, yah spare part mahal” (saya setuju) … tapi ko, di link yang saya lihat di atas, ko bisa kompetitor sebelah, harga2 spare part~nya (baru fast moving~nya aza, belum tau yang harga spare part lainnya) bisa jauh lebih murah dari kawasaki yah ? … atau karena kualitas mereka di bawah kawasaki atau gimana, saya tidak tahu ? … yang bisa saya tangkap, ko bisa yah kompetitor dengan kelas yang sama (250 cc), harga motor yang mirip2 kawak, ..spare part~nya jauh lebih murah ? …. terus terang jadi~nya agak2 tergoda dengan merek sebelah kalaw melihat selisih harga yang lumajan jauh masalah spare~part~nya, walaupun di dalam hati, saya pecinta Ninja & kawasaki …. he2 …. sekedar cur col aza sih bro, he2 … salam brotherhood

    • Alasan klasik kawasaki…parts impor. Klo dipikir kenapa kudu impor aki yuasa disaat indonesia ada merk sama, kenapa impor busi klo di indonesia ada merk sama. Yang saya tahu dengan merk sama tentunya mereka menggunakan standar produksi sama karena pemegang lisensi mensyaratkan kesamaan mutu. Kalaupun dilapangan ada penyimpangan mutu tentunya masih pada tahap toleransi…. mending gitu daripada beli parts dikawasaki dengan harga berlipat lipat….. kampas rem saya ga pernah sekalipun beli produk kawasaki… toh pake produk lokal dah bsa ngepot, aki pake lokal juga, bohlam pake punya mobil, dll . Kalau masalah merk sebelah atau pake kawasaki silahkan surfing saja…. bagaimana opini pengguna masing2 merk… kalau saya sendiri mending tunggu masa transisi ini… setahun lah … bisa ketahuan bagaimana kualitas R25 banyak komplain atau tidak, sekalian kepastian apakah kawasaki melakukan langkah perbaikan aftersales atau bahkan mengeluarkan produk baru yang lebih wow…. selamat galau 🙂

  3. Nah ini kabar gembira (seharusnya)..
    Miara bebek kawasaki 1 di rumah,sparepartnya susah, jarang ada substitusinya dr merk lain,aftermarketnya lebih jarang lagi..
    Contohnya, Cek sparepart di website harga komstir 60rb. Sampe dealer atau bengkel bs 100rb, kmrn terakhir beli malah kena 140rb karena stok lg langka jd bebas maenin harganya,malah ada isu sparepart bebek ga diproduksi lg..
    Semoga dgn perubahan ini jd lebih baik lg ke depannya..

  4. entah kalo d tempat lain.. tapi ninja250 di bdg (terutama rentang waktu 2008-2012-an) banyak yg milih ngebengkel di bengkel temen. selain karena memang sekalian sama variasi dan part performanya juga karena banyak yg merasa ga semua mekanik resmi kawasaki bisa nanganin motor bginian (termasuk juga yang 650cc ke atasnya)

    r25 naked berbasis hasil survey mt-09 kah?
    http://vanzmotoblog.com/2014/08/27/yamaha-men-survey-mt-09-referensi-r25-naked-ya/

  5. Setuju soal sparepart,tp emang berat sih,krn mayoritas sparepart otomotif dikuasain astra group.tp seenggany ad dl.loyalis kawak lebih bnyk,kl sebelah cm krn nguliny aj dimerk tsb..

  6. Menurut gw mahalnya spare part kawasaki disebabkan sbb:
    1. Produknya masih import,
    2. Pengguna kawasaki baik sport maupun non sport yang sedikit, dibanding H dan Y dan S tentunya, imbasnya kalau import spare part qty sedikit ujung2nya harga jual ke konsumen lebih mahal. Faktor freight yang terutama bikin mahal.
    3. Untuk varian sport 600cc up tidak banyak yang memakai harian, selain parts nya memang jarang aus, tetapi kalau pemakai harian nya jarang otomatis kerusakan parts jadi minim, dealer jadi susah memprediksi parts apa yang fast moving dan sering rusak?

    Kalau memang parts yang fast moving masih susah juga stok nya, itu keterlaluan deh (misal: filter oli, kampas rem, dsb).
    Sekian opini saya, mohon dibetulkan kalau salah.

  7. liat tampang tampangnya yg diatas koq gw ngga yakin ya KMI bakal bisa ngimbangin gebrakan yamaha…itu baru yamaha lho, honda belom ikutan nyerang…

  8. Spare part & service masih menjadi pertimbangan besar di luar kota-kota besar seperti eikeh boo….
    Kalo Yamaha dan Honda tak ade keraguan dan kekhawatiran akan 3Snya !!
    #see u Pulsar 200NS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s