YZF-R25 Test Ride at Sentul Circuit with Yamaha Indonesia and YROI (Yamaha R25 Owners Indonesia)

Ini mungkin salah satu event yang paling ditunggu bagi kaum pewarta (jurnalis) otomotif setelah launching R25 di Parapat: Test Ride R25 di sirkuit Sentul. Dan Yamaha menjadikan tanggal ini sebagai moment bagi setidaknya 3 event lain: SMK National Contest, 14th Indonesia Technician Grand Prix 2014 dan Pre-Departure Belitong Tour Briefing.

Alhasil karena acaranya beruntun, saya disana dari pagi sampai sore saat panitia kukut-kukut.

YROI (Yamaha R25 Owners Indonesia) yang baru saja dua hari sebelumnya dideklarasikan tak lupa diundang. Berangkat lah kurang lebih 20 rider YROI dari berbagai penjuru termasuk chapter Bandung dibawah asuhan Kakak Hadi.

IMG_7774

Sampai di Sentul, saya dan Sabina sudah disambut sobat YROI dan keramaian 4 acara tersebut. Mantaps…

20140819_094549

YROI sedang bercengkerama dengan mas Abidin YIMM

IMG_7762

Saya memang sudah disarankan oleh mas Abidin GM Service dan Motorsport Yamaha kalau memang bisa, bawa saja sendiri R25nya karena kemungkinan ramai dan antrian test panjang. Dan saran yang memang bermanfaat kemudian.

Kawan-kawan YROI juga sudah siap mantap di lokasi. Meskipun kandidat Ketum alias Bro Murray berhalangan, tapi koordinasi di lapangan berjalan lancar car.

Dan YROI pun dapat giliran ke 2 untuk turun.

Utk kesan visual sabar ya, bisa dilihat di video yang akan diunggah besok mungkin hehe.

Saya pun menghela Sabina memasuki sirkuit. Wohh sudah hampir 6 bulan tidak mengaspal disini. Terakhir adalah saat test ride RR Mono yang diorganisir oleh Kawasaki Februari lalu.

IMG_7722-001

Round pertama (4 lap) lebih untuk menyegarkan ingatan tentang racing line dan adaptasi motor di sirkuit. Top Speed hanya dapat 163 km/jam di round 1.

IMG_7732-001

Masuk lagi ke pit. Di area paddock rekan-rekan jurnalis sudah berdatangan ternyata.

Saya pun sempat ngobrol dengan mas Iwan Banaran dan kang Taufik TMC. Berbagi kesan tentang R25.

 Fullscreen capture 19082014 235746

Mas Leo, itu ada motor kosong. Lho?! Ya udah loncat lagi ke motor test R25 bawaan Yamaha.

Wow kok lebih galak ya di putaran atas. Setiap pindah gigi dan RPM menghentak dari 10rban terasa tenaga melonjak. Sementara dengan Sabina saat pindah gigi pada range RPM atas hentakan tidak terasa, cenderung terlalu smooth.

Tapi diluar itu saya merasa Sabina lebih enak untuk ditekuk ketimbang motor test unit. Mungkin juga factor ban yang barusan diganti Pirelli Corsa 2 kiriman bro Shin Abe.

Fullscreen capture 19082014 233504

R25 ini memang maneuverabilitynya ciamik. Seenteng RR Mono tapi dengan tenaga yang lebih besar.

Terasa sekali saat di S kecil yang licik. Saat harus membanting dari kanan ke kiri sama sekali tidak ada gejala ngelawan, apalagi ngelawak. Halus dan ringan.

Kita tentu bisa melakukan handling sehalus ini pada motor lain, tapi perlu cukup waktu dan pengalaman. Dengan R25, factor waktu bisa dipotong banyak.

Fullscreen capture 20082014 22142

Problemnya dengan cornering bersama R25 adalah posisi footstep PLUS jalu nya yang cukup rendah sehingga mudah terkena aspal. Saya ada rekaman video dimana saat keluar dari S kecil, jalunya footstep menghantam aspal dan membuat motor goyang. Ini cukup membuat rasa pede berkurang saat cornering. Kena ga ya, kena ga ya. Solusinya sederhana: 1. Potong jalu, nah beberapa motor test jalu footstepnya sudah tidak ada. 2. Pasang raiser footstep utk membuat posisi kaki mundur dan lebih tinggi.

Di luar itu R25 bakal jadi contender penting ajang perebutan kelas 250cc. Sama2 standar lho ya.

Totalnya saya turun hampir 5 round. 3 kali dengan Sabina, 2 kali dengan motor test. Total lap sekitar 20an. Lumayann…

IMG_7747

Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Sirkuit dikosongkan dulu karena aka nada pengumuman pemenang kontes SMK dan tehnisi. Mas Iwan Banaran yang sudah kadung pakai perlengkapan perang untuk turun ke sirkuit pun ketunda hehe.

Acara selanjutnya tentulah makan siang. Saat asyik2 makan saya dihampiri seseorang berbaju Yamaha (kayanya 80% orang saat itu berbaju Yamaha deh) dan ditanya “Mas Leopold ya, briefing untuk Belitung mulai jam 1 mas.” Siapp. Itu mas Charlie ternyata, PIC utk briefing Belitung.

Waduh masih belum puas nih turun, baru 2 round. Ya wiss berbagi waktulah kita.

Sessi yang tidak dilupakan tentu adalah foto-foto.

IMG_7833

YROI berfoto bersama mas Abidin GM Service and Motorsport YIMM

Selesai foto, sessi briefing Belitung dimulai. Ini ceritanya terpisah aja ya bro dan sis.

Melirik ke lap, saya lihat para rekan media sudah mulai mencoba R25. Mas Abidin pun sudah mulai mengeluarkan R25 hitam hasil pengembangan khusus YIMM untuk ASEAN Cup Race.

IMG_7765

Menurut mas Abidin yang berbeda dari black knight ini pada suspensi (Kayaba), Muffler (Sakura), Stang dan gas spontan, setting pengapian yang berbeda serta rasio gear. Dan hasilnya luar biasa, per lap R25 pengembangan khusus ini bisa meninggalkan R25 standar setidaknya 3 detik per lap nya. Bukan factor ridernya lho karena mereka bergantian. Ngeri banget.

Begitu selesai briefing saya turun 3 round lagi. Sayangnya karena sudah sore black knight sudah disiapkan untuk pulang.

Banyak hal yang didapat hari itu. Baik bagi peserta (SMK, tehnisi, media dan YROI) maupun Yamaha (dalam bentuk feedback dan media coverage).

Bagi saya ada satu observasi yang muncul.

Yamaha ini sebenarnya di persimpangan jalan dengan R25.

Disatu sisi mengembangkan R25 sebagai gen sport yang murni, top of the line, dengan bekal handling yang diatas kompetitornya, dengan performa mesin yang masih bisa digenjot.

Dilain sisi menguasai penjualan pasar sport diseluruh Indonesia dengan melepaskan R25 dengan versi yang “bersahabat”.

  1. Bersahabat dengan kondisi kemacetan dan jalan raya di Indonesia — pengaruh ke ergonomic (posisi stang, footstep)
  2. Bersahabat dengan kualitas dan ketersediaan bahan bakar, masih banyak daerah yang beli bensinpun harus eceran pakai botol – pengaruh ke setting mesin yang mengutamakan juga daya tahan.

Solusinya menurut saya Yamaha bisa mengeluarkan dua versi dari R25.

  1. R25 SE, Special Edition (atau bahkan special engine) yang memang diabdikan untuk mengeluarkan performa semaksimal mungkin dari mesin 250 cc. Konsekuensinya kompresi tinggi, bensin beroktan 95. Berani beli R25 SE tapi ngisi bensin sembarang maka siap resiko mesin rontok.
  2. R25 versi general purpose untuk menguasai volume pasar seperti yang sekarang beredar.

Itu menurut saya, bagaimana menurut anda?

20140819_153341-001

 

Terima kasih utk YIMM melalui mas Abidin yang sudah melibatkan saya dan rekan-rekan YROI dalam kegiatan ini. Acara yang diorganisir sangat baik dan kami mendapat banyak hal.

Terima kasih juga utk bro Andy YROI yang sudah berbaik hati menjadi fotografer dadakn selama acara.

 

 

 

Iklan

56 thoughts on “YZF-R25 Test Ride at Sentul Circuit with Yamaha Indonesia and YROI (Yamaha R25 Owners Indonesia)

  1. mantap om artikel e…

    masa ya mau ngelawak pas miring”..

    dongkrak dengan paket upgrade e R25 dr yamaha om leo minat kah?

    ga sabar baca artikel selanjutnya setelah service berkala n halal diubek” biar ganas sabinanya

  2. bener om..
    kalau yamaha tidak mau terbuka kepada konsumen informasi perbedaan antara test unit dengan mass pro..
    atau di training mekaniknya agar bisa ngeset r25 mass pro supaya waktu service bisa memberikan opsi mau tetap standar atau setting ecu seperti unit test ride..
    kalau yamaha masih ga’ bisa, ya saya setuju sama om leo agar dijual type sport edition..

    • Segala bidang?yamaha vs honda di motogp?yamaha(kalo ada) vs Kawasaki/Honda di WSBK ato di WSS?Isle of man TT?yg mana neh?

      Gw dah pake 3 merk motor yg terakher R25 nrt gw stiap brand ada ciri khas n karakter produknya masing2,mao blg Honda superior bs jd krn motogp klasmen sementara,pembalap,tim n konstruktor dikuasainya tp di WSBK kalah ama Kawak,ini salah 1 cthnya nrt gw ga da yg unggul dlm segala bidang,ini cm di bahas dr segi kompetisi balapan blm si2 yg lain..

  3. Good share om Leo

    Kalau menurut sya pribadi beli motor 250cc kudu siap non subsidi donk!! apalgi compression ratio r25 lebih tinggi daripada Ninja 250fi,
    Yg versi SE tambahin S20 + project one exhaust + slippery clutch ajahh
    Hhheee

  4. ternyata emng beda ya sama unit test….
    bguz juga tuh om saran untuk yg se…..dan stock
    tapi nanti gmn tntg grnsi yamaha? mklum untuk agak aneh untuk membedakan grnsi yg se,bisa jadi aenjata boomerang kompetitor

  5. Halo Om, saya setuju dgn versi SE tapi lbh suka dgn sebutan factory tuneup, krn istilah SE dlm benak saya melekat untuk motor trail. Mgkn bkn hanya power tp piranti pendukung sperti ukuran ban lbh besar, rem abs dgn 2 front diskbrake dan yg plg penting ada garansi. Beda 3-4hp dgn yg standar jg sdh cukup.

    • Oya Tanya Om, ECU std R25 ad brp Map ya? yg Daytona kl ga salah ada 3map default ya? Eco, sport sm race ya? Pengalaman remap ecu dimobil, tnyta koplingnya ga bs imbangi jd ga smooth tarikanya. Kl dimotor apa sensitif jg? Mohon infonya..

  6. Om leo sori aku mau tanya..waktu itu servis pertama ada ganti oli dan apakah indikator oli sudah dimatikan?itu harus khusus di beres yang bisa?wah agak repot yah kalo mau ganti oli aja harus ke beres.

  7. Saya setuju R25 dibuat 2 versi biar ga nanggung, jadi biar ada segment pasarnya masing2 bagi speed dan racing lover ama yg buat harian tapi mau bergaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s