Perbandingan Dynojet Test 4 Knalpot Aftermarket untuk R25 – Apa Pilihan Anda?

 

Sekali lagi selamat hari raya Iedul Fitri. Saya mohon maaf jika ada artikel di blog saya yang kurang berkenan selama ini.

Masih melaporkan seputar R25. Topik kali ini, sesuai judul adalah:

Perbandingan hasil dynojet test 4 knalpot aftermarket untuk R25.

Catatan:

  1. Tanpa disertai pemasangan piggy-back atau penggantian filter
  2. Kesemua knalpot ditest di mesin Sportisi, sehingga skala kenaikannya bisa diperbandingkan
  3. Beberapa knalpot di test dengan sample/unit test, sementara yang lainnya (PRospeed dan Anjany Racing) menggunakan mass production unit.

Baiklahh mari kita mulai

1. Pengujian dengan knalpot Scorpion

Knalpot produksi UK ini dilepas dengan bandrol sekitar Rp 8.5 juta. Scorpion memiliki bentuk yang mirip dengan knalpot Sakura rekanan YIMM.

Pada dynotest yang digeber di Sportisi didapat tenaga maksimum sebesar 30.51 HP dan torsi 19.29. Ingat ini di test di motor test nya R25 yang memiliki baseline tenaga sebesar 29.43 HP dan torsi 19.20. Jadi dengan menggunakan knalpot Scorpion total kenaikan tenagannya adalah sebesar 1.08 HP dan torsi sebesar 0.09.

10302052_10202881098047265_1526657621860127031_n 20140721_133242

 

2. Pengujian dengan knalpot VRX Sportisi

Produksi nasional namun dengan hasil riset yang terus menerus. Sportisi dikenal dengan dimensi muffler yang besar dan gagah. Sportisi melepas knalpot ini di harga 4.5 juta utk yang Titan dan 3 juta utk yang stainless steel.

Peningkatan tenaga yang diraih saat menggunakan unit test adalah sebesar 1.37 HP dan torsi 0.41 Nm. Lebih besar ketimbang merk import yang 4 juta lebih mahal. Gurihhh… Hanya saja bentuknya kelihatan paling besar dibandingkan lainnya.

10448546_10202881138408274_1958911056491147242_o

grafik bisa dililhat di point 1

 

3. Pengujian dengan knalpot AR-1 Anjany Racing

Anjany Racing sesuai namanya berorientasi pada performa di track. Prestasi terakhir adalah menghantarkan Kawasaki RR Mono secara telak memenangkan 250 cc kelas utk Ninja. Dan ini terlihat dari bentuk knalpot yang mengutamakan performa ketimbang keindahan bentuk dan, dugaan saya suara.

Knalpot yang dilepas dengan harga 3 juta rupiah untuk full system ini dalam uji dyno test meraup tenaga 29 HP dengan torsi 19.36 NM. Sayangnya, chart yang saya terima sampai sebelum libur lebaran tidak mencantumkan baselinenya. Namun apabila baselinenya sama dengan Sabina maka setidaknya kenaikan performa dengan AR1 adalah sebesar 1.37 HP dan torsi 0.75 NM. Ingat ini hanya proyeksi. Nanti akan saya update lagi.

mantapp…

 

10566436_4609636776886_1722060032_n 10555197_4596651692267_1631007544_n (1)

 

4. Pengujian dengan knalpot Prospeed

Satu lagi produksi nasional. Prospeed mengaku mengembangkan knalpot ini lebih untuk penggunaan harian yang mengejar torsi bawah dan suara. Knalpot Prospeed full system yang berbandrol 3.8 juta ini berbahan Titanium Karbon. Pada saat pengetesan nilai maksimum peningkatan performa adalah sebesar 1.18 HP dengan kenaikan torsi sebesar 0.06 NM

img438-1402385536

 

20140719_132133

 

—————————————————–

 

Sekali lagi perbandingan ini tetap bersifat nisbi. Namun harapannya membantu bro dan sis untuk memutuskan. So apa dong pilihannya?

 

Mengapa dari hasil dyno test kenaikan tenaga R25 setelah dipasang beberapa knalpot racing hasilnya hanya berkisar antara 1 sampai 1.37 HP?

Sementara pada Ninja 250 FI kenaikan bisa sampai 4 HP?

 

Nah itu untuk bahan tulisan berikutnya ya

Iklan

45 thoughts on “Perbandingan Dynojet Test 4 Knalpot Aftermarket untuk R25 – Apa Pilihan Anda?

  1. hati hati meledugh lagi om….apa lagi ending nya XD
    Mengapa dari hasil dyno test
    kenaikan tenaga R25 setelah
    dipasang beberapa knalpot racing
    hasilnya hanya berkisar antara 1.5
    sampai 1.7 HP? Sementara pada Ninja 250 FI
    kenaikan bisa sampai 4 HP? :mrgreen:

  2. Suka tampangnya prospeed euy, hehee…. Ada yg belom dicoba oom, merk R9 tipe austin carbon titan, sakura, sama akrapovic slip on… 😀

  3. Kalo menurut gw sih knalpot standar r25 lbih sedikit filternya dari knalpot standar ninja 250 yg nyebabin dikit PH nya stelah ganti custom .

    • Oh iyaa tuh bsa jadii , suara standar Ninja sma R25 kencengan R25, Ninja senyap bgt, R25 kenceng bgt suara standarnya di video jga..

  4. apa yg menyebabkan ninja std powernya di bawah r25 std ?? apa knalpot ninja banyak skat2nya, sedangkan r25 lbih plong ?? dimana kenyataannya jika knalpot sm2 di buat plong tanpa dgn merk yg sm, power ninja tetep lbh digdaya. apakah ini membuktikan kalau sebenarnya mesin ninja tetep yg plg powerfull di kelas 250 cc 2 cylinder ??

    • penyebabnya, yg satu dari Thailand, yg satu dimari… yg satu standart sesandart sandartnya, yg satu standar korek

  5. apa yg menyebabkan ninja std powernya di bawah r25 std ?? apa knalpot ninja banyak skat2nya, sedangkan r25 lbih plong ?? dimana kenyataannya jika knalpot sm2 di buat plong dgn merk yg sm, power ninja tetep lbh digdaya dibandg r25.. apakah ini membuktikan kalau sebenarnya mesin ninja tetep yg plg powerfull di kelas 250 cc 2 cylinder ??

  6. r25 + scorpion jadi 62 juta
    power to weight ratio l sama rx king motor murahan aja tetep kalah
    rx king + knalpot bolong buatan pinggir jalan cuman 250rb didyno bisa nyampe 22 hp padahal standarnya cuman 15 hp
    bobot rxk 100kg ; power to weight ratio : 0.22
    r25 hp 29 bobot 165, power to weight ratio : 0.17

    bukan mau ngejelekin buatan lokal lha knalpot lokal leboh paten daripada knalpot luar
    namun emang kenyataan berhubung praktek sunat menyunat berakibat kualitas buruk harga mahal
    Gayus tambunan and Hadi purnomo said ……apa kata dunia ?

    • kata dunia: “kalo pinter beli yg lokal kualitas international, kalo kebanyakan duit silahken beli yg import”

  7. yang penting terima aja yg udah kadung beli R25, ane kok yakin jika Honda jdi keluarin full fairing V-Twin nya sepertinya R25 akan turun salesnya: )

    • @arlong
      persentase kemungkinannya kecil om kalau honda jd ngeluarin cbr v twin.. mengingan harganyanya nanti bakal sangat mahal, kecuali kalau cm diposisikan sbg flagship kelas 250 cc nya honda

  8. mungkin kalo leher knalpot dipendekin bisa nambah tenaganya, konfigurasi 2-1 tapi pendek lehernya (lebih deket k blok mesin)…

  9. dari banyak test Dyno terlihat setelah 13.500 RPM tenaga drop (limiter)tapi test jalan raihan Topspeed tiap gear di 14rb RPM lebih dikit.apakah Tachometernya “lebay”?perlu ditest dgn tachometer aftermarket yg mendapat signal dari pengapian busi.”penghangat suasana habis lebaran”.

  10. Ping balik: Top Speed R25 172 kpj (GPS : 157.2 kpj) Belum Optimum, Seharusnya Bisa Lebih | motorgoodness

  11. Ping balik: Penyebab Knalpot Racing R25 Kurang Signifikan Peningkatan Performanya | motorgoodness

  12. Ping balik: Penyebab Knalpot Racing R25 Kurang Signifikan Peningkatan Performanya - OTOMOTIF | OTOMOTIF

  13. kenapa kenaikannya kecil, karena mesin r 25 menganut kruk as 180 derajat, jadi ada semacam jeda tekanan gas buang yang tidak rata antar silinder jika knalpot dijadikan 1 (konvigurasi 2-1). jika pake knalpot 1-1, 1 silinder 1 knalpot, kenaikannya bakal terasa lumayan besar.

  14. Ping balik: Tenaga Sabina Sudah Tembus 32 HP On Wheel! Dan Terus Bertumbuh… | 7Leopold7

  15. Ping balik: Review Knalpot Sportisi VRX – R25 – Big Bang for the Bucks | 7Leopold7

  16. Ping balik: Aplikasi Knalpot Over Racing Pada Yamaha R25, Tenaga tembus 33.3 dk dan torque 21.6..Kok yo Mantep.!! | CICAKKREATIP.COM

  17. om kalo boleh minta review knalpot akrapovic slip on gp yang pake header aftermarket dong,soalnya dengerdenger sangar juga om, pengen tau, apa kenaikan powernya lebih banyak dari over racing yang nambah 4dk…soalnya lagi survey buat knalpot nih om, hehehe

  18. Ping balik: Apakah knalpot racing yang pakai db killer / peredam itu worth it dan efek pemasangan knalpot ke rasio bensin-udara | Mengupas soal motor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s