Isyu R25 Power Drop dan ‘Kepentingan’ 7Leopold7

 

Semenjak saya mengunggah artikel mengenai power drop R25 di RPM 10.500, blog ini menjadi cukup ramai. Berita tersebut di re-blog atau di back link baik oleh blog lain, forum FB maupun media online seperti MetroTVnews.

Blog yang sejatinya adalah hobi sampingan selain riding dan pekerjaan utama sebagai praktisi hukum menjadi menuntut banyak perhatian.

Mohon maaf kalau tidak semua comment bisa saya tanggapi balik seperti saat sebelumnya. Juga yang berkomentar via FB group. Tapi saya memahami isyu ini cukup serius dan mengusik perhatian banyak pihak.

Ada beberapa yang menuduh bahwa saya memiliki kepentingan tertentu untuk merusak nama Yamaha. Beberapa menganggap saya sekedar mencari popularitas. Bahkan ada yang menggunakan bahasa dan istilah yang sudah sempurna memenuhi delik penghinaaan dan UU ITE.

Tuduhan yang pertama, kepentingan untuk merusak Yamaha. Saya adalah Yamaha born-rider. Motor yang saya pakai belajar di tahun 1986 adalah RX-S. Setelah itu saya mengendarai mayoritas motor Yamaha (RX-King, Scorpio 2005, Vixion 2007). Sebagian dari gaya riding saya terbentuk bersama Yamaha motor. Apa manfaat saya dengan merusak nama Yamaha? Bukannya justru harga R25 yang saya beli dengan uang sendiri akan jatuh?

Tuduhan yang lain, mencari popularitas atau hit. Bro dan Sis bisa lihat blog saya. Bersih tidak ada iklan atau wordads (bukan berarti kalau ada blognya penuh kepentingan ya). Hits buat saya sekedar angka. Di dunia pekerjaan, saya sudah cukup dikenal. Silahkan google nama saya dengan kata kunci “polisi” atau “pemasyarakatan” atau “pemilu”.

Kepentingan saya adalah kepentingan seorang pemilik motor atas motor yang sudah dibelinya sendiri. Kepentingan seorang konsumen.

Saya lihat memang ketika isyu ini terangkat cukup banyak penumpang gelapnya. Mereka yang berusaha memanfaatkan momen untuk mempromosikan atau menjatuhkan produk demi kepentingannya. Tapi itu, bukanlah tujuan saya.

Iklan

73 thoughts on “Isyu R25 Power Drop dan ‘Kepentingan’ 7Leopold7

  1. Saya dukung masbro Leo, jaman begini dengan keterbukaan dan akses informasi yang semakin mudah dan orang2 yang makin melek informasi harus dapat info yang sebener-benernya bukan menjadi korban iklan-iklan saja dan sudah ga musimnya pembohongan publik.

    Kalo emang dituduh macem-macem padahal memang ga da niatan itu (pencemaran/ merusak popularitas) ajuin aja om ke YLKI kan ini termasuk pembohongan kalo memang gitu adanya.

    Orang beli 50jt up untuk motor kan pasti orang hobi dan berduit, artinya yang dibeli itu pasti ga asal beli dan pasti lewat berbagai macam pertimbangan bukan kebohongan masak deviasi spek resmi 36 jadi actual 27 HP (selisih 9 HP bukan main2) dan dengan Bore lebih kecil namun stroke lebih panjang bisa yakin RPM tinggi itu kan mekso namun dalih teknologi lah dll dll ternyata aktual balik ke logika rasional awal.

  2. sabar om…aku paham, om orang yang jujur apa adanya sebagai konsumen agar pabrikan juga tau kita skrng dah pinter…jadi gk akan sembarangan boongin kita..kasus sama kaya var*o 125 saya juga ngedrop..dulu tig*r ku juga gk enak padahal new dealer…gk perdulu merk apa pun pabrikan apapun harus jujur sama konsumen

  3. hahaha….inih 53 bukan 20jutaan…..gw beli vixi aja ywlah bodo amat dibleyer2 ama cbr….kirain dlu tenaga mepet bisa nempel or ngelewatin cbr cbu…hahahaha

  4. Sepertinya om leo sama seperti saya we born as YAMAHA rider first bike RX KING,SCORPIO, now R25. Saya ga pernah ambil pusing penurunan 1,58 hp yg di tulis om leo saya sudah bangga bisa punya motor pertama di dunia bukan cuma di indonesia. Waktu dinner kemaren bahkan IWB tanya alasan ambil R25 saya bilang karena YAMAHA nya. Saya yg om Leo foto dg background first 100 owner R25 saat dinner di kuningan kemarin

  5. Selamat siang pak leo, saya mau bertanya dan mohon bantuan nya tapi saya urusannya bukan sama motor ,lgsg saja ya pak saya mau beli mobil sengaja datang ke deller mobil resmi untuk menghidari penipuan dll, setibanya saya di deller saya disambut oleh sales2 cantik salah satu dari mereka menghampiri saya kemudian membantu menjelaskan semua produk dan prosedur nya, tidak sedikitpun saya berfikir negatif karna saya merasa sudah ditempat yg aman ,yg melayani saya berseragam dan sepertinya tidak ada yg aneh kemudian saya pulang dulu karna baru nanya2 , esoknya sales datang kerumah sama orang leasing ceritanya jemput bola tapi kebetulan saya masih dijln sehingga g ketemu sama mereka , besoknya saya kedeller lagi karna saya serius ya saya bawa uangnya, singkat kata selesailah transaksinya saya memberikan uang 36 jt untuk dp saya dikasih kwitansi bermaterai oleh sales ,katanya ibu tunggu aja besok ada tlp dari orang acc atau leasing saya ga terlalu ngerti, trus kalou dah di acc dalam dua hari mobil dianter kerumah ibu, saya senang mendengarnya lalu saya pamit aja ke salesnya dan sales2 yg lain ,tidak ada fikiran negatif karena dia melakukannya secara tranparan ,besoknya bener ada tlp dari pihak acc ,tambah seneng saya meskipun saya kepikiran juga di acc ga ya… 5 hr kemudian gak ada kabar aja dari sales atau yg lain, saya datang lgsg ke deller untuk menanya kan kejelasan di acc kah atau kapan datang mobilnya , singkat kata saya sangat syok mendengar penjelasan supervisor dan kepala cabangnya, ibu ditipu oleh sales tersebut dan sekarang sales nya sudah dipenjara 4 hr yg lalu katanya dan mari kami antar ibu untuk melaporkannya ke polres, saya bilang kenapa harus saya . Kan saya transaksinya dengan deller , saya gak mau tau pokoknya perusahaan harus bertanggung jawab, begitu saya bilang tapi meski sudah dengan berbagai omongan tetep deller tidak mau bertanggung jawab sampai sekarang,saya mohon bantuannya atau minimal memberitahu saya saya,saya salah atau gimana .? Terima kasih atas perhatiannya…..

    • Anda bertransaksi in good faith dg pihak dealer resmi. Kalau kemudian ada staff yg melakukan penggelapan di dalam dealer itu adalah persoalan pidana dealer dg staff. Coba dulu utk bawa persoalan ini ke ATPMnya krn ini menyangkut nama baik brand.

    • Terima kasih atas jawabannya, pak leo ATPM itu apa . Atau ada cara yg paling cepat menyelesaikan ini menurut pengalaman bapak, soalnya kepala cabangnya itu saya ajak nganterin untuk nemuin direksi yg lebih tinggi gak mau katanya ,tolong pak leo bantuannya…..

    • Mas ini ada unsur pidananya dan pelanggaran hak konsumen. Kalau dealer berusaha berkelit mas harus naik ke level ATPM (google dong). Cari kontak humasnya. Pertimbangkan juga hubungi YLKI. Saya pernah bantu kasus serupa tapi terjadi di Kawasaki yg saya memang kenal kontak2nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s