Kawasaki New Z1000: the Intimidating Power (Part 2)

 

Fullscreen capture 7142014 63544 AM-001

Pada artikel kedua mengenai Z1000 ini saya akan fokus pada karakter tenaga dan torsi dari si Predator.

Sudah melakukan test ride cukup intensif dengan Z1000SX (alias Ninja 1000), Z1000 edisi 2010, dan Z800 saya menghampiri new Z1000 dengan prasangka dan praduga tertentu mengenai karakter tenaga. Apalagi saat membaca bahwa Kawasaki mempertahankan mesin yang sama untuk new Z1000.

IMG_7078-001

Dan ya, pada saat anda menyalakan mesin memang tidak terasa perbedaan serius.

Desing halus 4 silinder besar Kawasaki mengisi udara. Padat pada frekwensi rendah.

(video engine sound)

Tapi begitu 1st gear hit dan throttle gas ditarik, saya tahu saya salah.

It is a different Z.

Tenaga ringan sekali melesat naik. Jeda seperti yang ada pada Z1000 2010, Z1000SX dan Z800 tidak ditemukan.  Bro Rano ASR, rider Z800, bertukas “gila enteng banget naiknya”. Hal ini diiyakan juga oleh Pape Setiawan, salah seorang owner Z800 batch pertama di negeri ini. Bro Rully, Captain NEX 250R yang sekarang membesut ZX6R berujar hal yang sama “ringan bro tarikannya”.

Fullscreen capture 7152014 10326 AM

Jika anda predator, sergapan pertama sangat menentukan. Semakin lama anda mengejar buruan maka kesempatan anda mendapatkan mangsa akan berkurang semakin banyak. Dan Kawasaki memikirkan itu.

This Z will just jump.

Fullscreen capture 7152014 10036 AM

Mesin berkapasitas 1,043cc ini mengalami perubahan setting yang signifikan. Kawasaki merubah throttle response dengan mengembangkan set-up ECU yang bebeda, memasang intake camshaft yang baru dan merubah timing, memodifikasi airbox agar alur intake udara lebih padat, re-mapping ECU utk memperbaiki manajemen pelepasan tenaga, membuat konektor di ke-empat silinder untuk mencegah pumping loss dan memasang konektor di header knalpot.

Kesemua ini dilakukan untuk mengejar performa tenaga di range bawah dan menengah, namun tetap dengan power delivery yang smooth dan tidak menyentak seperti naked Eropa.

Ini seperti memotong butter/mentega (bukan margarin ya) dengan pisau tajam yang panas. Smooth tanpa jerkiness, memotong dengan mudah.

Fullscreen capture 7142014 83811 AM-001

Menaikkan gas melepaskan tenaga lebih jauh anda akan merasakan sensasi yang sama kalau mengendari sport cc besar, tenaga terlepas tidak dalam deret hitung yang linear (1, 4, 16, 64, …)

Tubuh anda akan tersentak ke belakang. Perspektif ruang melompat ke depan. Enak sekali.

Bagaimana dengan nihilnya Traction Control dan Power Mode om? Bukannya Ninja 1000 alias Z1000SX juga sudah diperlengkapi, padahal beda harganya hanya 10-15 juta?

Disini memang saya berbeda pendapat dengan Kawasaki. Di dalam situs resminya Kawasaki ingin menghadirkan pengalaman berkendara dengan fighting spirit bagi experienced riders. Itu sebabnya Z ini minim kedua kontrol elektronik di atas. Saya kebetulan cukup hapal dengan kondisi jalan raya dimana pengetestan dilakukan. Dimana bahaya dll. Namun secara umum, experienced ataupun engga experienced, kondisi jalan raya, apalagi di Indonesia sulit diprediksi. Problemnya seperti: tikungan yang tiba-tiba berpasir, licin karena tumpahan solar, aspal tertutup tumpahan tanah merah dari truk. Dengan tenaga 141 HP, memiliki traction control, pada detik-detik tertentu bisa mencegah sliding dan menentukan nasib sang pemilik kendaraan.

Anyway, penasaran dengan perbandingan panjang nafas per gigi saya coba menarik gas hingga batas redline.

Gigi satu top speed di 104 km/jam

Fullscreen capture 7152014 124538 AM

Gigi dua didapatkan di 139 km/jam

Fullscreen capture 7152014 124605 AM

Dan Gigi ketiga di 166 km/jam

Fullscreen capture 7152014 124746 AM

Memang nafas Z1000 lebih pendek sekitar 7 sampai 10 km/jam di setiap giginya dibandingkan Ninja 1000 (Z1000SX). Namun nafas yang pendek ini terasa lebih padat dan berisi tanpa ada kurva drop RPM 7000an seperti kelemahan Ninja 1000.

Bro Kobay, seorang blogger kondang (yang juga rajin kondangan) berkomentar “ini motor terenak yang gue pernah coba”. Ini komentar yang diberikan tidak dibawah intimidasi lho.

Dan saya setuju. The best power delivery untuk Z series.

—————————

Next Artikel: Kawasaki Z1000: Ergonomi dan Handling – Short Trip to Cipanas

Iklan

28 thoughts on “Kawasaki New Z1000: the Intimidating Power (Part 2)

    • Nah ini kalimat yg cukup membuat khawatir calon buyer z1000: “Problemnya seperti: tikungan yang tiba-tiba berpasir, licin karena tumpahan solar, aspal tertutup tumpahan tanah merah dari truk. Dengan tenaga 141 HP, memiliki traction control, pada detik-detik tertentu bisa mencegah sliding dan menentukan nasib sang pemilik kendaraan.”

      Semoga tahun depan ada revisi penambahan TC dan Power Mode dari kawasaki. Memasang TC aftermarket sepertinya bukan pilihan yg sempurna.. 😦

  1. Utk ukuran 1000cc tanpa power mode agak serem bagi rider yg loncat dr kelas 250cc tanpa experience yg cukup dan matang. Sempet nyoba di sentul saat 40kpj gigi 3 jambakan setan pas gas dihentak sedikit saja masih berasa. Luar biasa!!!

  2. Ping balik: Test Ride Singkat: Kawasaki Z1000, Surprisingly Surprise…!! (Mega Gallery) | KobaYogas.com| Your Automotive Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s