Test Ride Yamaha R25 di Ancol – EXTREMELY FUN

Selamat hari minggu sore…

 

Setelah kemarin  menulis perbandingan top speed gigi 1 dan 2 dari Ninja 250FI dan R25, kali ini saya menulis lebih lengkap mengenai kegiatan Test Ride R25 di Sentul Ancol tanggal 21 Juni 2014.

 

Mengingat jumlah peserta yang mendapat kesempatan test cukup besar maka test ride ini dibagi menjadi dua sessi. Sessi pagi (jam 9-12) dan Sessi siang (jam 1-4).

Syukurlah saya mendapat sessi pagi, mengingat sdh beberapa hari belakangan sore selalu hujan.

Melalui telpon diwanti-wanti untuk datang jam 8, dan tidak perlu membawa riding gears.

Saya dan fotografer andalan saya merangkap anak tertua, Regis Bagas sampai di lokasi jam 8.45 dan tentunya tetap membawa riding gears sendiri hehe.

IMG_6743-001

Masih sangat on time, karena acara dimulai pukul 9.30 oleh MC.

IMG_6734

Disambut oleh Om Indra Dwi Sunda mewakili YIMM. Om Indra ini juga kebetulan tetangga dekat satu cluster *ga penting.

IMG_6739

Tanpa berpanjang kata kamipun digiring dengan penuh kepatuhan menuju lokasi parkiran yang menjadi tempat test ride. Disini bertemu dengan mas Triatmono, mas Sarantan, bro Pandra, bro Didik dan blogger2 lainnya wuihh rame deh..

IMG_6820

Peserta mendapat briefing umum mengenai safety dan juga pengaturan test ride. Semuanya mantuk-mantuk tidak ada yang berani bantah. Berani bantah? Sikatt! Hehe

Saya sebenarnya orang ke 6 dipanggil saat masih di ruang makan, tapi santai saja, saya mau perhatikan dulu kloter pertama.

Saya perhatikan lintasannnya cukup kecil dan sempit. Pada dua tikungan utamanya kondisi malah paving yang tidak rata. Braking harus hati2-hati disini. Saya minta supaya Regis berjaga diposisi yang saya piker cukup strategis..

Akhirnya giliran saya pun tiba, bahhh untung aja bawa riding gears sendiri.

IMG_6892

Pernah riding siang-siang dibawah terik sinar matahari? Kebayang deh pake jaket, sarung tangan dan helm bekas test ride gelombang2 sebelumnya.

Hi R25 ketemu lagi. Berbekal sedikit pengalaman test ride bersama mas Azizyhoree dan Mr Aan Otomotif, saya penasaran dengan dua hal utk tes kali ini: percepatan maksimum dan handling saat hard braking. Dua hal yang penting dan mendasar dalam riding harian maupun sirkuit.

Berada di posisi ke 7, saya sengaja memperlambat start agar jarak dengan rider depan cukup jauh dan riding kita bisa leluasa.

update-konsumen-pertama-r25-test-ride-2014-06-22-c-001

posturenya terlalu serius hehe

Tarik gas, tahan kopling dan blass.. wheelie di dapat pada putaran yang relative medium.

Fullscreen capture 6212014 45118 PM Fullscreen capture 6212014 45850 PM

 

Cepat putar gas, redline berkedip oke… dapat kecepatan maksimum untuk gigi 1 di 68 km/jam.

Fullscreen capture 6212014 120022 PM-001

Masuk tikungan pertama ke arah kanan, jalanan sangat tidak rata utk cornering.

Masuk R2 kanan, peralihan dari paving ke aspal yang tambal sulam, oke dicatat.

 

Fullscreen capture 6222014 34040 PM

Melintasi tikungan panjang kea rah kanan memasuki lokasi slalom. Kelak-kelok sedikit, dan betot gas habis

Eeh…… ada polisi tidur. Tidak tinggi sehingga sayapun hanya sekedar lepas gas dan angkat pantat.

Fullscreen capture 6222014 34101 PM

Lumayann… melindas polisi tidur di kecepatan medium (diatas 65 km/jam) suspensi depan belakang konsisten dan tidak memberi efek limbung.

Betot gas lagi masuk ke putaran kanan panjang yang sempit yang diakhiri dengan hairpin 180 derajat.

Fullscreen capture 6222014 34721 PM Fullscreen capture 6222014 34738 PM

Dibalas dengan tikungan kiri yang memanjang di garis start finish. Nekad saja coba cornering di jalur yang tidak rata, ketidakrataan paving bisa diserap dengan baik tanpa membuat motor terasa membuang.

Fullscreen capture 6222014 34758 PM

tikungan yang kecil sempit dan bergelombang, ada anak kecil pula

yamahar252in (1)-001

foto dapet nemu dr DetikOto

Putaran kedua lebih comfortable, saya focus untuk mencari kecepatan maksimum di gigi 2.

Pang! Saya dapat di 89 km/jam utk lintasan yang menurut Yamaha dan artikel lain tidak sampai 150 meter.

Fullscreen capture 6212014 51444 PM-002

Hard braking ban belakang sedikit terangkat dan membuang ke luar tikungan namun tetap terkendali…

Wow… ini hanya 250 cc tapi bener-bener fun. Bener-bener mengasikkan.

Fullscreen capture 6212014 44351 PM

Untuk Video test silahkan bisa diklik disini:

 

CONCLUSION

 

Pros:

  1. Handling
  2. Handling dan;
  3. Handling
  4. Power band pada rentang mid (7rb RPM) hingga high (11-13rb RPM) yang betul2 tebal dan penuh untuk kelas 250cc 2 silinder. Sangat cocok untuk penggunaan sirkuit setingkat Sentul atau touring luar kota jarak jauh.
  5. Dengan knalpot yang sama-sama standard, R25 lebih memiliki suara yang berkarakter sport. Sementara Ninja 250 bersuara lebih senyap. Tergantung selera.

 

Cons:

  1. Torsi di putaran dibawah 6000 RPM agak ketipisan. Ninja 250 juga tipis di bawah sebenarnya tapi lebih tebal sedikit ketimbang R25. Memang R25 bisa mengkompensasi ini secara cepat karena RPMnya lebih ringan melejit ke 7000 RPM. Tapi untuk kepentingan stop n go dalam kota atau touring luar kota naik turun gunung saya lebih prefer pakai Rivale 800 mengganti gear belakang lebih besar.

———————————————

Terima kasih utk Regis Bagas yang sudah berpanas-panas aktif mendokumentasikan test ride ini. You make me proud Regis

IMG_6929-001

 

 

 

 

 

 

Advertisements

53 thoughts on “Test Ride Yamaha R25 di Ancol – EXTREMELY FUN

  1. keyeen om, saya lupa wajah om, memang blm kenal hehee, ulasannya nostalgia kembali d sabtu kemarin saat sy ikut test ride jg sbg user, kmrn dpt gigi3 di angka 78km. motornya joos jg tuk ladybiker

  2. mas leopold, gimana sih cara wheely ?
    make vixion dan trail sih gampang. Tapi make ninja 250 dan cbr 250 belum bisa mas…
    ane nyoba berkali2 tapi mesin malah nyentak2 gk jelas

    • Saran :
      Gw pakai inja 250fi, saat kondisi berhenti total harus di rpm 7k-8k tahan kopling pakai jari telunjuk kiri saja, tarik gas sampai 6k-7k tahan lalu lepas jari telunjuk kiri dari kopling.
      Kenapa hanya nahan pakai telunjuk? Karena satu jari dan empat jari lebih cepat melepas kopling dari 1 jari. Intinya lepas secepatnya!
      Kondisi berjalan: masukkan ke gigi 1 saja, jalankan motor sampai rpm 2k-3k, lalu tahan kopling pakai jari telunjuk, ketigajari tetap di handle. Lalu naikkan putaran gas ke 4k-5k, seketika lepaskan kopling..
      Kedua cara diatas bisa dilakukan sambil duduk.
      Memang wheelie nya gak akan tinggi, kalau mau lebih tinggi silakan dilakukan sambil berdiri di footstep (cuma ini berbahaya krn memerlukan latihan dan keseimbangan yang sempurna saat standing maupun saat grounding)!!
      Selamat mencoba.. hehe..

  3. klo pun sdh tiba digarasi mzbro kmungkinan besar R25 kan jd motor operasional ktimbang verde!lol…Mkin galau liat artikel mzbro ttg R25!lol

  4. 250cc 2 silinder? Udah pasti berat, boros bbm dan mahal perawatan tuh. Buat operasional harian kelas 250cc mending pakai HONDA CBR 250 R, aman dan nyaman buat harian, performa juga tidak kalah. Bensin super irit (HONDA gitu loh), perawatan murah dan gak seribet 2 silinder, torsi paling jagoan buat stop n go, tenaga n speed boleh diadu, harga jauh lebih murah, tampang superbike dual keen eyes, handling super ringan bobotnya, teknologi paling canggih (injeksi+dohc murni), bawa nama besar Marquez jawara MotoGP (edisi Repsol), masih kurang apa lagi coba?

    • Marquez said “masih kurang apa lagi coba?” …

      kurang silinder nya berooo…wakakakakakakaka

    • Maaf saya penggemar motor versi produksi bkn prototipe macam rcv.
      Mau honda menang motogp 5000 kali skalipun klo motor produksinya model cupu saya ttp kagak demen.
      Motor flagship pabrikanbdi kelas 250 sese yg paling jelek modelnya ya si CBR ini.

    • bah kalau mau 1 silinder 250 mah pakai kawasaki RR mono aja ketauan harga 40 juta daripada CBR250 harga lebih mahal. bujuggggg bang mana bobot CBR 250 lebih berat daripada RR mono pula…

  5. Om Leo saya mw btanya ttg kabar ninin fi facelift, kira2 kpn ya ninin d’rilisnya?
    Biar R25 hadir dgn teknologi paling up to date tp hati dah jatuh hatie sm ninin fi..
    Bagi sy desain nmr 1.. Harga nmr 2
    Thank ya Om

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s