The Unrivalled Rivale 800: Lebih Dekat – Lebih Personal (Part 4)

 

Review sebelumnya:

The Unrivalled Rivale 800: Dominating Predator (Part 1)

The Unrivalled Rivale 800: “Not for everyone” Bike (Part 2)

The Unrivalled Rivale 800: Ultimate Excitement (Part 3)

——————————————————————————-

Setelah bicara riding experience dengan Rivale 800, kali ini kita akan melihat lebih dekat dan personal si kapten tim basket putri ini.

IMG_4827

Rivale 800 mungkin kelihatan tinggi dan ramping, namun dianugerahi kedua kaki yang indah berotot. Seperlunya tanpa kelihatan berlebihan.

IMG_6510

Kaki depan ditopang oleh shockbreaker Marzocchi (bacanya bukan Marjuki ya hehe) dengan diameter 43mm. Kaki yang terlatih dan adaptable dengan pre-load adjuster yang dengan sangat mudah bisa diatur.

IMG_6545

 

Meskipun berat Rivale 800 hanya 173 kg (hanya 1 kg lebih berat dr Ninja 250, maaf hanya perbandingan) namun piranti perlambatan dipercayakan langsung ke Brembo Monobloc. Pengereman seperti istilah saya di artikel sebelumnya: sestabil Bank Indonesia. Tapak cukup lebar milik Pirelli Diablo Rosso II juga membuat sektor kaki depan nampak kokoh.

Begitu pula kalau bro dan sis melihat kaki belakang Rivale, single sided swing arm seakan memperlihatkan penuh keterlanjangan lekuk otot si Kapten. Material allumunium alloy membuat sisi kaki terlihat padat dan liat.

 

IMG_6501

IMG_6531

Beralih ke dada, perangkat pendinginan Rivale ini terlihat begitu massif dengan dual system (MV mengclaim triple). Pendinginan air dan oli. Untuk memastikan sang Kapten dapat merajai arena tanpa mengalami overheat. Setiap detil area dipakai penuh.

IMG_6513

Mari kita lihat rangka dadanya, hmm tubular trellis yang terbuat dari allumunium alloy.

Coba masih ada yang berani ngenyek “ah rangka tralis doang” ga, hehe..

IMG_4815

Satu hal yang selalu saya kagumi dari keindahan Rivale ini adalah kepaduan desain mulai dari area leher menelusur ke punggung hingga ke ujung buritan. Badan yang dibalut bahan thermoplastic, yang tidak seperti logam nan kaku dingin, terasa hidup hangat lencir di belaian.

IMG_6481

IMG_6520

IMG_6519   IMG_6532

Sungguh sungguh cantik..

 

Sekarang mari kita lihat bentangan kedua lengan sang Kapten tim putri ini.

IMG_6572 IMG_6561

Lengan yang langsing tanpa lemak dibalut dengan dua aksesori cantik. Sign lamp merangkap hand guard, dan kaca spion. Keduanya didesain sebagai satu bagian tak terpisahkan dari Rivale 800. Bandingkan dengan Brutale 1090R yang spion dan stang sepertinya baru dipikirkan setelah motor jadi. Sungguh menawan.

IMG_6526

Berbeda juga dengan Brutale 1090R, Rivale 800 tidak lupa menanamkan switch untuk merubah traction control dan power mode di kedua stang. Sehingga mudah dirubah sambil berkendara, on-the-go.

IMG_6541

IMG_6542

Seperti membicarakan sang kapten tim putri basket saat kita SMA. Yang hanya bisa kita kagumi dari kejauhan. Semakin dilihat dan diperhatikan semakin terlihat kian menawan di hati.

IMG_4964

Banyak terima kasih Pape Setiawan utk Rivale 800nya, juga untuk Regis Bagas, my first son, untuk foto-fotonya.

Advertisements

28 thoughts on “The Unrivalled Rivale 800: Lebih Dekat – Lebih Personal (Part 4)

  1. Gagahnya euuyyyy…. 🙂 Btw sein blakang ngeri jg y pnempatannya. Ngeri ‘ksundul’ mongtor lain klo lg lamer 😦

  2. Pingback: The Unrivalled Rivale 800: Blusukan (Part 5) | 7Leopold7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s