First Impression Meraba dan Bleyer-bleyer Yamaha YZF-R25

 

Setelah parkir di P3 Kuningan City, saya pun menaiki escalator untuk menuju Exodus.

Dan alamak… begitu sampai di lantai yang dituju saya disambut pemandangan ini:

MAKDEG….

IMG_6288-001

 

Ini bro… ini motor yang gw tunggu-tunggu sejak naik Scorpio th 2005.

Gambar di atas jangan dipercaya. Bro dan Sis harus lihat sendiri wujudnya.

Meskipun sudah beberapa kali melihat foto-foto saat launching di Parapat, namun menyaksikan sendiri sangat berbeda kesannya.. It is alive.

Tanpa membuang waktu saya pun langsung mendekat dan meraba sepuasnya R25.

“mas mau difoto?”

wehh kayak wisuda ada tukang fotonya hehehe

boleh mas..

IMG_6474

Gimana masih keliatan kayak bapak-bapak? atau malah kayak Aki-aki hehe

Jujur saja saya langsung terkesan dengan lekuk tanki yang ramping dan indah.

IMG_6292-001

Meskipun tanki ini berkondom tapi finishing material dan paintingnya baik sekali.

Saya ketuk dan tekan body fairing dengan menggunakan jari. Terasa lebih tebal namun lentur dibandingkan milik Ninja 250FI. Beda sedikit dengan Ninja Karbu.

IMG_6392-001

 

Sambungan fairing ke body juga sangat rapi, tidak kelihatan ada kerenggangan.

Dari segi bentuk indah. Dari segi ukuran, karena saya terbiasa dengan Bianka, Ninja 250 FI, terasa sekali tanki R25 ini lebih compact dan langsing. Sedikit lebih besar dibandingkan RR Mono yang memang kecil.

Kelebihannya adalah saya bisa mengapit dengan lebih rapat body R25.

IMG_6437

Saat menaikkan kedua kaki, terasa ruang gerak paha, lutut dan tumit cukup lega. Ini akan membantu pada saat kita perlu berubah posisi baik untuk cornering maupun riding jarak jauh.

Baiklah engine on….

Suara mesin memiliki karakter yang berbeda dengan Ninja 250 FI. Lebih berat di telinga saya.

Saya merapatkan kedua paha dengan standar samping terpasang (cuek) dan mulai revving up.

Revving up pertama dari idle 1500an RPM ke 7000RPM, ringan sekali meskipun sepertinya kurang linear. Getaran di paha yang mengapit minimal.

tahan sedikit, lalu dari 5000 RPM ditarik ke batas limiter di 14,000, bahhh…edan.

RPM melonjak lari keatas tanpa ragu menanyakan. Loncat saja.

Saya memperhatikan betul tiga hal:

1) Derajat putaran gas, 2) Kenaikan RPM dan 3) Vibrasi mesin yang dirasakan paha baik pada saat gas dikitir naik maupun dilepas.

Untuk vibrasi ada dua perbedaan apabila dibandingkan Ninja 250FI.

Pertama dengan Ninja, selama 15000km bersama Bianka saya merasakan dua frekwensi vibrasi. Di paha yang merupakan vibrasi mesin pada body. Dan di area dengkul yang merupakan vibrasi dari fairing. Di R25 perbedaan keduanya sangat halus. Perbandingan ini tentu tidak fair karena saya belum test ride dan kondisi Yamaha adalah revving up saat gigi netral.

Kedua vibrasi R25 secara umum saat mencapai limiter sangat landai. Ini mengindikasikan power delivery dari range medium ke range atas berlangsung halus.

Harus dikonfirmasi lagi pada saat dapat kesempatan test ride…

Agaknya setelah saya bleyer-bleyer di atas motor beberapa kali, Pak Radith kemudian mengambil kunci motornya. Namanya juga nyoba pak hehehe

IMG_6435

 

Secara desain boleh saya katakan pendekatan Yamaha memang sangat berorientasi pada sport, ergonomic yang ramping untuk menghindari drag udara. Seperti atlit sprinter. Padat. Tidak ada ruangan yang tak perlu. It is all about winning.

IMG_6428

Berbeda dengan Kawasaki dengan Ninja 250 yang mengedepankan aura moge yang besar, agresif dan ingin mendominasi.

Kualitas material dan finishing body R25 (karena saya belum bisa melihat mesin) sangat baik. Menurut saya, yang sering menerima keluhan mengenai fairing renggang dari rekan-rekan N250 FI rider, sekelas di atas Ninja 250 FI.

Satu penantian yang layak Yamaha. Selamat utk R25 nya. A job well done !!!

IMG_6453-001

 

 

 

 

 

Iklan

83 thoughts on “First Impression Meraba dan Bleyer-bleyer Yamaha YZF-R25

  1. bagian depan kayanya terlalu nengadah ya om jd agak aneh….pasti buyer konsen disitunya klo mau rubah tanpa ganggu tampilan underyoke berarti potong per nih biar nunduk…
    belum lg ganti spion aftermarket plus sign depan jg musti ganti model tempel…
    satu yg masih penasaran sound setelah ganti aftermarket exhaust gumana ya :3

    kesimpulan pendapat pribadi sebagian pecinta design lebih mantep ninfi tampilannya om hehehe
    semoga kawasaki brojolin zx250r 4cylinder 70-75jt :p

    • Saya punya feeling yg mirip. Terutama krn selama ini acuannya adlh concept bike r25 yg diperkenalkan oleh Rossi yg sangat sporty. Perhatikan sudut fairing depan concept bike yg menunduk dan rapat dengan ban depan.

    • Dibandingkan Ninja 250 FI ? Kebalik mungkim mas. Hehe saya yg pakai Ninja FI sejauh15rb km selama setahun saja ga berani pakai istilah Ninja 250 FI murahan dan kasar.

  2. Sebagai penunggang ninja 250fi gw juga sempat mengalami kasus fairing renggang yaitu di cover headlamp bagian kanan depan (bawahnya spion). Sudah komplain ke dealer saat servis rutin, dibenerin kelar bengkel = OK, ehh jalan 100-200 m kena getaran renggang lagi..

    Kedua kalinya servis lagi di beres request dibetulin lagi, kali ini sampai bikin lobang di tempat baut.. Gw pikir gapapa lah yg penting beres, toh ga keliatan dari luar lubangnya.. hasil lumayan lah masih renggang cuma 2mm saja.. eh dipakai 2 hari renggang parah balik ke smula.. ngganggu banget saat dirapatkan pakai tangan kena getaran jalan jadi renggang lagi.
    Jadi sibuk merapatkan fairing saat di lampu merah 😦

    Ketiga pas ganti ban battlax s20 (ikutan pilihan Bianca om leo) dan shock USD di bengkel variasi, gw request ke mekanik betulin fairing. Oleh mekanik dibor kecil dipasang baut di antara fairing luar dan fairing hitam yg motif timbul (tidak kelihatan dari luar). Tetap saja renggang.. Pusing dah biarin aja..

    Setelah beberapa kali nyuci motor full body (bongkar pasang fairing) sendiri gw nemukan pokok permasalahannya.
    Ternyata selama ini mekanik membetulkan hanya bongkar satu sisi fairing, mrk ga bandingin dengan kondisi fairing sisi satunya yg rapat. Setelah gw cek kanan dan kiri ternyata besi pada dudukan speedometer agak bengkok. Gw rasa bengkoknya ini sejak diutak atik mekanik beres saat pertama kali servis. Akhirnya gw tekuk sesuai sisi satunya, gw pasang fairingnya , kencengin.. eh ternyata nutup rapat tuh fairing..jalan 500an km ga pernah renggang lagi..
    Fiuhhh setelah 2000 km pemakaian baru selesai masalah fairing ini, hehee…
    Sorry sharingnya panjang om, yang pasti makin sayang sama ninja 250fi gw.. Belum kepikiran merk sebelah.. mendingan upgrade cc (masih diupayakan)…hehehe..
    Moga jadi inspirasi bagi yg mengalami masalah sama dengan gw.

    • jd OOT nih bahas ninja tapi emang lebih seru sih bahas ninja :p btw klo di ninja saya ga ada masalah fairing renggang,yg ada dompet makin renggang hehehe…

  3. persiklus mesin 4tak berputar 720derajat.dan 2tak berputar 360derajat.pada R25 saat silinder 1 melakukan usaha,180derajat kemudian giliran silinder 2 dan menunggu 540derajat lagi baru kembali silinder 1.pada Ninja setiap 360 derajat langkah usaha bergantian rata.suara pasti beda.

  4. pada R25 suaranya kira2 =deng,deng,jeda,jeda,deng,deng,jeda,jeda.kalau diNinja Fi/Ninja 2tak=Deng,jeda,Deng,jeda,Deng,jeda.kalau CBR/Ninja Mono=Deng,jeda,jeda,Deng,jeda,jeda,Deng.suara R25 pada putaran rendah bakal unik.ndak rata tapi rapat.kepingin dengar langsung.

  5. secara teori siklus pengapian R25 ndak menambah tenaga dibandingkan siklus yg rata,malah bikin ribet desain dipengapian dan Cam.cuma Yamaha ngeklaim penyaluran tenaga yg lebih baik,dan diiyakan oleh test ridernya.(alat ukur sama aja).anggap aja ciri khas,lain dari yg lain.

  6. torsi R25 dicapai sama putaran dgn NFi di10rb RPM,jadi setting overlap cam hampir sama,cuma tenaga R25 di12,5rb RPM dan NFi di12.rb RPM,itu karena pakai TB 32″ x2bj.sedang NFi pakai TB 30″ X2bj.karakter ke2nya secara teori sama,bukan mesin irit jangan diadu irit dgn 1cyl.tapi sensasi teriak.

  7. Leher knalpot disinyalir masih menggunakan material besi biasa krn warna hitam doff layaknya vixion atau knalpot motor pada umunya. Beda dengan stainless yg menurut ane tdk bs kena painting. Aplg wrna doff. Btw ane msh prtahanin n250 ’11 krn nilai historis en msh ga bosenin dr segi model :). Congrats bro leo moga cpet dtang k rmh mndampingi verde :). Ktmu Bie Hau dunk! 🙂

  8. IMHO tulisan om Leo lebih obyektif karena sudah mencoba dan mengetest sendiri R25 ketimbang mereka yang menulis hanya berdasar ‘kata teman2nya’ yg sudah punya motor lain.

    Bahasa gamblangnya, om Leo tidak fanatik merk melainkan melihat value motor yg sebenarnya. Ditunggu review R25nya.

  9. btw om leo kbagian helm rossi ga? trus hadiah jaket sm wearpacknya kpan diundi…beruntung bgt kalo dah dpt helm dpt jaket pula…kalopun mampu beli tp kalo dpt hadiah brg yg sama rasanya beda bgt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s