Hal Yang Perlu Direvisi dari Ninja 250 Dalam Menghadapi Penetrasi Yamaha YZF-R25

 

November 2013 saya pernah menulis mengenai 3 jurus antisipasi yang Kawasaki perlu ambil dalam menghadapi penetrasi Yamaha R25 di pasar motor 250cc.

 

https://7leopold7.com/2013/11/21/langkah-langkah-antisipasi-kawasaki-terhadap-penetrasi-yamaha-r25/

 

Kawasaki telah mengambil beberapa jurus tersebut dengan serius, engga mesti karena saran saya lho hahaha, seperti diversifikasi 250 cc (Estrella, RR dll) dan penguatan basis produksi Cibitung.

Itu adalah langkah-langkah sebagai korporasi.

Tapi terhadap Ninja 250 FI sendiri, sebagai sebuah motor, revisi apa yang harus dilakukan agar penetrasi tajam R25 bisa menjadi lunak?

Launching 250Fi betul2 mendapatkan sambutan, bahkan berminggu-minggu setelah launching masih dibahas.

Pihak Yamaha selama masa pengembangan desain R25, dibawah pimpinan Yamaha Iwata, melakukan survey mendalam melalui rangkaian Focus Group Discussion terhadap rider Ninja 250 untuk mendapatkan spesifikasi yang merupakan anti-thesis terhadap kelemahan Ninja 250.

Yamaha_YZF_R25-35

Wajar kalau di atas kertas R25 seakan menjawab kekurangan N250 dan terlihat superior. Padahal menurut saya N250 dan R25 berbeda orientasi dan pendekatan.

Nah jalan yang perlu dilakukan oleh KMI adalah memahami perbedaan filosofi dan pendekatan dari Ninja 250 dan R25. Baru kemudian memperbaiki aspek yang dianggap sebagai kelemahan. Saya akan coba kelompokkan menjadi tiga factor utama.

 

1. Handling saat cornering

Ini terasa apabila kita bandingkan N250FI dengan CBR250 apalagi RR Mono misalnya. Saat memasuki tikungan, kita perlu lebih awal menggeser titik berat untuk memastikan motor bisa meladeni gaya sentrifugal petal (gaya keluar lingkaran) dan tidak understeering. Ada gejala bergetar saat kita mulai menambah gas menjelang lepas tikungan. Ini menurut saya berhubungan dengan setidaknya 4 hal: desain sasis, panjang wheelbase, suspensi dan berat motor.

Bagaimana dengan Yamaha?

R25 memiliki wheelbase yang lebih pendek sehingga motor lebih agile dan responsive. Dimensi yang lebih ramping. Bobot motor yang lebih ringan tentunya membuat pengendalian atas gaya sentrifugal petal lebih mudah. Untuk desain sasis, meskipun tidak menggunakan deltabox, namun diklaim mampu menahan gaya bending dan flex saat masuk dan keluar tikungan, Ini masih perlu dilihat. Untuk suspensi, tidak menggunakan link namun juga kualitas material dan panjang travel cukup mumpuni menurut YIMM. Sementara suspensi depan yang diameternya lebih lebar harusnya bisa membantu saat dive di tikungan.

 

2. Performa puncak dari mesin

Ninja 250 FI tidak didesain sebagai murni motor sport. It is not a ZX 250. Analisa pasar pada saat re-desain versi injeksi menunjukkan penggunaan terbesar motor ini di Indonesia adalah di jalan raya terutama utk week-end dan touring. KMI bisa lihat lagi catatan hasil FGD dengan rider Ninja. Karenanya desain lebih mengarah pada Moge-feel dan durability utk penggunaan harian.

Lihat saja desain bodynya yang hampir plek diturunkan dari ZX6R. Sangat moge sport dan gagah. Namun ini kurang ditunjang oleh spek sasis, suspensi dan tentunya pilihan atas karakter mesin.

Lho mas memangnya ga bisa dibuat desain moge dengan performa sport?

Bisa, tanya saja habis berapa kawan2 yang melakukan modifikasi untuk mengejar performa. Beuhhh… N250R malah diklaim lebih kuat dan bandel untuk memperkuat performa.

Membangun motor dua silinder itu tidak murah. Selalu ada dilemma antara affordability dan performance. Ada pilihan-pilihan yang harus dibuat. Dan untuk pasar Indonesia selama 6 tahun KMI telah membuat pilihan yang lebih mengarah pada motor berdesain sport dengan orientasi penggunaan harian. Lihat saja pada kompresi yang relatif rendah, ergonomic yang tidak terlalu menunduk dan racy, power band di putaran bawah yang lebih smooth dan tidak liar, wheelbase panjang yang membantu stabilitas berkendara.

Bagaimana dengan Yamaha?

Yamaha sejak awal memang menetapkan R25 adalah bagian dari keluarga besar YZF. Sport breed. Barulah ditambahkan dengan judul “yang bisa digunakan harian”. Ini sebenarnya sama seperti membandingkan R6 dengan ZX6R. R6 lebih circuit-oriented dibandingkan ZX6R yang “sedikit” lebih nyaman utk aneka situasi.

Mesin dirancang untuk mengeluarkan tenaga puncak setinggi dan secepat mungkin. Tidak ada rocker arm, konfigurasi pergerakan piston yang menyerupai crossplane pada 4 silinder, kompresi mesin yang secara signifikan lebih tinggi, pelumasan oli yang lebih dalam. Sport habiss.

 

3. Keluhan quality control atas assembly process dan komponen

Ini kedengarannya sepele tapi, saya cukup sering menerima permintaan tolong/keluhan mengenai ini, sebenarnya cukup mengganggu. Dengan line produksi yang masih di Thailand, KMI harus mengandalkan supervise Kawasaki Thailand terhadap kualitas item yang diberikan oleh vendor. Juga terhadap proses assemblingnya. Pemasangan fairing yang terkadang tidak presisi sebagai contoh. Sudah mulai ada perbaikan seperti persoalan seal shockbreaker yang bocor sudah jarang didengar, namun persoalan speedometer berembun dan mati ini diperlukan penanganan yang seragam dan baik.

Perubahan lain, dealer nampaknya lebih responsive kalau saya perhatikan. Tapi factor ketersediaan part pengganti dari Thailand yang menjadi kendala.

KMI sudah menetapkan bahwa untuk produksi Ninja 250 2 silinder akan tetap dilakukan di Thailand. Pabrik baru di Cibitung memang akan memproduksi Ninja 250 tapi versi RR Mono alias 1 silindernya.

Bagaimana dengan Yamaha?

Mereka sudah menetapkan basis produksi local. Artinya YIMM lebih memiiki control terhadap kualitas material dan assembly. Plus bisa menekan biaya shipping dan pajak impor, profit margin bisa digunakan untuk menjaga kualitas.

 

Nah menghadapi tiga factor di atas apa saja yang Kawasaki bisa lakukan?

Disini ada dua scenario:

1. Skenario Jangka Pendek

Skenario ini diambil karena relatif mudah, murah dan cepat dilakukan. Tidak perlu merubah mold produksi.

  • Penyegaran produk dalam bentuk facelift atau minor change.

Ini bisa berupa perubahan livery, warna, bagian tertentu body, perubahan speedometer. Untuk desain body secara keseluruhan menurut saya Ninja 250 FI sudah baik. Dan ini cukup bikin kesel beberapa pengguna ZX6R yang saya kenal, sering dikira Ninja 250 soalnya bahaha.

  • Offensive marketing strategy.

Mendukung kegiatan komunitas yang potensial. Pemberian gimmick atau bonus.

  • Perbaikan kualitas layanan dealer, service dan claim

Ini sudah panjang bahasannya hehehe

 

2. Skenario Jangka Panjang

  • Major Change – New Ninja 250

JIka Kawasaski membutuhkan waktu 4 tahun untuk melakukan major change dari 250R ke 250Fi. Itu karena tidak ada competitor yang serius selama periode 2008-2012. Namun memasuki tahun ke-tiga dan ke-empat dari cycle product N250FI, Kawasaki Japan perlu memikirkan perubahan yang lebih mendasar pada N250FI. BUKAN dengan mengadopsi pendekatan Yamaha R25. TIDAK. TETAP dengan pendekatan sporty design for daily ride. Mesin yang lebih square agar tenaga atas lebih cepat dikail. Body yang lebih compact, karena menurut saya selera pasar mulai mengarah kesana. Perbaikan di sasis agar lebih baik saat handling dan cornering.

  • New Ninja 250 2 diproduksi local

Sebagai pasar terbesar sudah sangat layak produksi New Ninja 250 diproduksi. Ini bukan keputusan KMI memang. Dan keputusan seperti ini tidak sepenuhnya pertimbangan ekonomi. Tapi kalau ingin mengamankan pasar di Indonesia keputusan ini perlu dipikirkan baik-baik. Dengan dua alasan: control terhadap kualitas dan ketersediaan stok motor. Perang penjualan motor adalah perang ketersediaan product. Naksir dengan desain N250 tapi indennya lebih lama ketimbang R25, bisa pindah pembeli. Orang Indonesia itu tidak sabaran, sudah panas dingin pengin nyemplak motor.

  • Re-introduksi ZX250R

Saya tahu jawaban petinggi KMI selalu sama setiap kali saya bicara begini. Era 250 cc 4 silinder sudah lewat menurut mereka. Saya biasa bilang “ya, buat yang lain. Tapi anda adalah Kawasaki.”.Tapi sekali lagi ini bukan pertimbangan ekonomi, ada isyu arah kebijakan di Jepang yang lebih ramah lingkungan dan efisiensi bahan bakar.

ZXR-250 diimpor secara abu2, grey import dr Jepang

 

 

 

Iklan

95 thoughts on “Hal Yang Perlu Direvisi dari Ninja 250 Dalam Menghadapi Penetrasi Yamaha YZF-R25

    • Sejauh ini sih KMI biasa mendengarkan ya. Entah saat ada event, ataupun via phone/email. Ada yang memang wilayah KMI ada yang domainnya Kawasaki Jepang.
      Tapi utk 4 cyl ini keputusan KHI Jepang.

  1. apakah r25 menggunakan crossplane system mas? kayaknya gak deh. ada bagusnya yah r25 desainnya kakak2nya beda sama jadi kasus zx6r gak terjadi hehe

    • r25 pake crank shaft 180o bro mski gk pke cross plane powernya trnasuk tinggi bnget 36 ps, jdi satu2nya cross plane 2 silinder mt-07

    • crossplane 2 silinder = triumph bonneville,. yamaha tdm 850,.. crossplane itu udh ada dr tahun 1920 an di V8 nya cadillac,. jd gk ush segitunya di -WOW- in.. di Motor pun dr jaman jebot jg udh ada.. jd wow kn krn gimmick marketing yamaha bwt R1..
      nb: pake crossplane ato gk itu gk ngaruh ke power,. ini cm terkait ke power delivery

  2. Bahasannya detil dan lengkap…. Mantab….. Ya…. Kalau mau garap pasar Indonesia,4 silinder jelas disuka…. Makin overkill makin disuka, namun jangan 4 silinder dasar, tapi plus pengatur klep digital, biar dapat efisiensinya..IMHO.

    • betul sekali bro. salah satu kekurangan 4 silinder versi zx250 adalah boros dan ini sudah tidak sesuai dengan filosofi pengembangan otomotif di jepang. kalau bisa dibuat supaya efisien (kalau irit jelas ga mungkin hehehe) bakal mantep sekali

  3. saran saya agar sedilit mbantu ninja 250…KMI harusnya punya nilai tawar lebih sama kawasaki jepang.. artinya dg pasar yg besar dan inden yg mengular harusnya line produksi bisa di pindah di indonesia.. terlebih punahnya ninja 2tak series tentu bakal jadi pemukul pasar kawasaki.. melokalkan ninja tentu bukan hanya sekedar menekan harga dan pelayan part fast moving maupun slow moving. serta lebih terserapnya produk secara cepat.
    harga selisih tipis di pulau jakarta.. tp di daerah.. r25 selisih 1juta saza di daerah sya di luar pulau jawa klo ninja bisa 2-3juta blom lagi di tambah nakalnya dealer yg minta upping price biar g inden..

  4. Saya salah satu yg minta bantuan klaim oleh Om Leo. Hehe..

    Speedometer, headlamp, sein.. You named it, semuanya berembun. Entah bagaimana quality control kawasaki thai. Mau klaim ke dealer dibikin susah dan ga ada nomor cust care center. Itu beberapa masalah kmi yg mesti diatasi.

    Untung sudah tak jual motornya 🙂

  5. Untuk membuat perbedaan dengan kelas sebelah, saya sangat menginginkan Kawasaki mengeluarkan model full sport dengan riding position yang gak nanggung alias racy abiz mengingat pengguna Nin250Fi banyak kok yang melakukan modifikasi pada steering, footstep dan kaki-kaki. Masalahnya, mau dimodif bagaimana pun, tetap, feelnya gak bakalan dapat secara mentok di fairing. Sebut saja Aprilia RS125, Hyosung GT250R, atau YZF R125 yang mengusung model full sport. RRMono terlihat sangat elegant dan sangar, tapi belum cukup racy menurut saya.

    Anyway, Om Leo, kira-kira ada kemungkinan gak kawasaki mengeluarkan ZX4R yang baru atau bike super sport dengan estimasi harga max 150jt untuk pasa Indo? Harga ZX6R terlalu jauh mah.

    • setuju banget sama om ini. Mumpung belum ada motor sport 4 tak under 250cc yang pure sport dengan riding position ala superbike (kecuali minerva megelli dan hyosung yang *maaf, no offense* kurang jelas 3S nya) saatnya Kawasaki menggebrak duluan seperti biasa

    • clue-nya: KMI akan memasukkan apa yang secara global ada DAN mungkin pasarannya baik.
      Karena import bebannya lebih at cost (biaya memasukkan) tidak ada biaya pengembangan dan produksi. Investasi paling untuk perawatan,

  6. Koreksi: gaya yg arahnya keluar tikungan itu bukan sentripetal tp gaya centrifugal, kalo gaya sentripetal itu gaya yg arahnya kepusat lingkaran

  7. buat sy yg cukup penting adalah aftersales,,,pelayanan terhadap customer yg sy rasakan parah sekali,,tidak ada ramah2 nya,kecuali anda bawa 650cc up,,
    berbeda sekali ketika sy datang ke dealer yamaha,pdahal sy naik motor merk lain,tetap di sapa dan dilayani dgn baik,,

    lalu,skill mekanik sangat kurang,,datang untuk servis,bukan nya performa membaik,justru menambah trouble,,ini bukan hanya di 1 beres,,sy sudah coba di beberapa beres,,,
    servis di bengkel umum malah jauh lebih enak dr pada di beres,,,

    peringatan saja utk kawasaki,,hati2 dan jangan sombong,kini yg bermain di motor sport dan moge bukan hanya kawak,,,

  8. kalau beli RXS/K itu namanya nostalgia,kalau beli R25 berarti dulunya pacaran sama kakaknya tapi yg dilamar adiknya,selamat menempuh hidup baru.nanti bandingkan juga adik dan kakak.

  9. Mending N250 balik versi 2008 aja dah yang relatif bebas masalah. 🙂 Versi baru kok kualitasnya malah turun alias banyak komplain. Status motor CBU Ninja 250 malah jadi amunisi R25 karena Yamaha indo lebih bisa menjaga kualitasnya, respon terhadap komplain R25 bisa lebih dibanding kawak.
    Untung masih banyak yang suka desain N250fi dibanding R25….

  10. p info nya (moso motor harga ampe 60jt’an ga ada gear indicator nya sih klah ama bebek kt nya premium lol),headlamp projie,lampu sein & stop lamp uda led maybe ke dpn nya,ya itu cuma gimmick tapi klo pas di hati knp tdk :p selain itu after sales service nya nya buat jangka pendek sementara klo buat jangka pjg saya setuju ninja 250fi di produksi di indo biar KMI lebih bebas bikin ninja 250fi yg sesuai kemauan org indo apalg di thai suhu politik lg memanas kudeta pula saya baca di inet prinsipal jepun di bidang otomotif suah byk yg khawatir smoga ini bs dijadikan momentum buat ngerayu pihak jepan utk produksi ninja 250fi disini ato bahkan seri yg lain nya,itu saja sementara input saya buat KMI,munculnya R25 bukanlah sesuatu yg harus ditakuti tapi justru suatu cambukan buat bikin yg lebih baik lg btw klo soal 4 silinder ditolak maybe 3 silinder kan kawak suka beda sendiri dgn rival nya cth di zx6r yg lain 600cc dia bikin 636cc hehehe peace

  11. ups..sry ada yg kepotong kalimat saya diatas tapi ngerti lah mksd saya yg pertama itu soal facelift/minor change di bagian spidomoter,striping grafis warna yg lebih menarik*

  12. kecuali semua pabrikan menutup mata akan pajak ppnbn
    agar motor2 diatas kelas 250cc bisa hadir….
    harga r25 aja di luar harga pisikologis Rp50jt banyak yg beli…
    kalau udah 250cc 2-3tahun lagi pasti pingin naik kelas…imho..cmiiw…

  13. Dari segi desain ninja 250 tidak kalah dengan r25.
    Dari segi mesin secara power (ps) beda dikit diupgrade dikit bisa mengimbangi r25. Yang perlu dirubah dari n250 adalah handlingnya saat cornering seperti yg dijelaskan di poin 1
    Dari layanan dealer dan marketting ini yg perlu disorot kmi, banyak kok orang yg bayar lebih demi dapet ninja lebih cepat, saya juga pernah inden z250 di dealer semarang. Dan udah siap cash eeeh malah salesnya bilang “kalau cash indent 6 bln -_-” kredit 2 -3 bln, nah pas ketemu sales lain malah bilang “bisa kok di cepetin paling lama sebulan asal ngasih uang 2 atau 3 jt tambahan” saya rasa ninja 3000 unit perbulan itu seharusnya bisa lebih, namun mengingat pelayanannya gak bagus banget angka segitu sudah luar biasa

  14. loh om ninja kn emang make konfigurasi 180 drjat jg…
    r25 mirip crossplanenya drmna??

    btw kawasaki ga bakal diam kayanya…
    masih ingat kasus hayabusa??
    tuh djabanin sm kawasaki bikin zx14R.
    n hasilnya??…u know lah…

    1 lagi soal all new ZX10R thn 2011 lahir…bikin geger cz jd predikat superbike jepang dgn power paling massive ampe saat ini…(cm superbike jepang loch y jgn bandingin eropa punya)

  15. pabrikan lebih bebas berekspresi di motor kelas 500cc keatas drpd di bwh nya yg lebih ribet aturan baik itu regulasi dr pemerintah setempat atopun keinginan konsumen seperti yg meminta murmer kencang tapi irit wkwkwkwk

  16. buat kawasaki klo emang serius main di premium bike bikinlah motor yg benar” premium walaupun itu cc nya cuma 250 toh namanya jg premium berarti target market nya ud org” kalangan menengah keatas yg maseh entry lvl di dlm memilih bike nya mksdnya sebelum naik kelas ke 500cc up ya cobain 250cc dl,seperti yg bung leo bilang rata2 pemilik ninja pasti modif motor nya mulai dr yg paling simple ganti knalpot ban ampe jeroan malah ada yg sudah boreup ampe 300cc dmn biaya nya ud bs bli er6n bekas,artinya apa? ninja 250fi dibikin harga ampe 70jt’an asal spek mumpuni pasti ada yg bli jg asal jgn harga operpret tapi spek pas2an itu namanya pembohongan publik biarin aja merk H & Y bikin 250cc murmer tapi kawak beda sendiri mahal asal berkualitas klo mo murah ya silahkan ke merk H & Y

  17. mau performa tapi murah itu yg sulit,R25 aja sudah dirakit sini harga di kepala 5 pdhal byk org yg mengharapkan di kepala 4 itupun selisih nya dgn ninja cuma 700rb’an klo saya ga salah baca di salah satu media.Ya bole jg utk versi SE nya ke dpn tdk hanya modal striping doank tapi gandeng dgn pihak2 produk aftermarket,klo yamaha aja bs gandeng knalpot sakura knp kawasaki tdk gandeng yoshimura or akrapovic seperti diluar merk S dgn yoshimura’s edition nya itu baru sip “ngarep mode:on” hehehe

    • ya intinya tetap aja melibatkan pihak lain utk model tertentu nya or versi SE nya yg ujung”nya buat nambah performanya

    • ya selain harganya,modelnya org byk ga suka jd nya di pasaran lebih laku merk lain pdhl dr segi performance beti lah merk nassert dgn kompetitor nya smoga ini bs jd masukan buat KMI utk merevisi lg kerjasama nya dgn Nassert LoL

    • Setuju bro Cekidot, gw aja dah variasi 250fi habis 16 jeti lebih baru puas..
      1. fullsystem exhaust
      2. Ban battlax
      3. Upside down
      4. Setang jepit
      5. Minor accesories (stop lamp 3in1,winshield,alarm,dll)
      Lainnya masih standart, arm, cdi, gearing dan mesin standar..
      Gw rasa dari 4 poin tsb kalau KMI bersedia membikin paket 250fi special edition sudah cukup menarik lah.. di harga 70-75jt.
      Untuk livery nya kawasaki 30th edition seperti di zx636 dan zx10r versi 2015 nanti.

      Dari pemakaian 250fi selama ini ada saran juga neh:
      1. Inden dipercepat (krn Thailand lagi didera masalah politik, ini kesempatan pindah pabrik perakitan di Indonesia).
      2. Kualitas lampu2 dan speedometer diperbaiki,
      3. Kualitas dan perakitan fairing diperbaiki,
      4. SDM di training lebih intens dan ditingkatkan aftersales nya,
      Kalau masalah mesin gw masih newbie jadi kagak ngerti, modifnya juga belum sampai situ, hehehe…

  18. Om diluar sana masih banyak juga loh orang yang membeli Kawasaki Ninja 250, Honda CBR 250R, Kawasaki Z 250, D-Tracker X 250, Yamaha R25 bukan sebagai kendaraan harian. “Maksudnya ?”

    Jadi begini Om, pada dasarnya semua tergantung dari tingkat kekuatan finansial individu.. Beberapa orang (termasuk saya), belum mampu untuk membeli big bike. Ada beberapa rekan-rekan yang membeli motor di range tersebut tetapi sebagaimana manusia, kamipun ingin merasakan sensasi lebih dan akhirnya memodifikasinya.

    Jujur Om, bagi saya sendiri saya kewalahan menggunakan Kawasaki Ninja 250 sebagai kendaraan harian (bukan berarti Kawasaki Ninja 250 tidak bisa digunakan harian, masalah terletak pada orangnya). Disamping postur tubuh saya yang kecil, saya juga tidak kuat menahan beban dan hawa panas motor saat mengarungi macetnya Jakarta (bukan salah motornya, salah situasinya). Karena hal tersebut saya tidak menggunakannya sebagai kendaraan harian, hanya sebagai hobi dan motivasi pribadi agar bisa lebih baik serta selalu bersemangat.

    Beberapa teman mengganti stang dan footstepnya. Pernah saya bertanya “apa tidak capek membawa motor dengan posisi seperti itu ?”. Saya mendapatkan jawaban yang akhirnya membuat saya untuk melakukan modifikasi juga Om, “Karena gw mau merasakan posisi menunduk, karena itu gw ganti seperti ini, .Gw juga sama seperti lho kok, nih motor jarang gw pakai. Jadi tidak capek, kan tidak setiap hari dan untuk jarak jauh”

    Akhirnya saya juga terkena racun modifikasi Om, dengan berfikiran “Toh juga jarang dipakai, jadi tidak menyiksa” (Diluar itu sebagai motivasi diri juga.)

    Maksud dari tulisan saya ini Om, bukan mengesankan Kawasaki Ninja 250 sebagai weekend warrior atau yang lain-lain. Jujur saja Om, justru karena saya belum mampu membeli superspot/superbike dan akhirnya memodifikasi kendaraannya. Saya sendiri memilih yang berjumlah dua silinder karena memang menginginkan silinder yang lebih banyak.

    Seandainya Kawasaki, Honda, etc mengeluarkan 250cc berjumlah 4 silinder seperti zaman dulu yah Om.. Pastinya akan bahagia sekali orang-orang seperti saya (yang kemampuan finansialnya belum kuat) karena ingin sekali merasakan posisi menunduk seperti supersport/superbike, merasakan bunyi merdu dari 4 silinder walaupun ccnya masih kecil, mempunyai motor dengan design pure sport, etc.

    Saya kagum Om dengan design Minerva 250, Yamaha YZF R125, Aprilia RS 125 yang sudah memakai upsidedown, projector lamp (Minerva 250), LED brake lamp, stang dibawah segitiga, underseat exhaust (Minerva 250). Designnya tegas sekali sebagai motor pure sport. Tetapi sayang masih satu silinder, harganya mahal (Yamaha YZF R125, Aprilia RS 125), harga jual kembali jatuh dan tidak didukung pabrikan.

    Kita semua tau adanya perbedaan pajak diatas 250cc, tetapi entah mengapa saya yakin akan sukses jika adanya product 250cc 4 silinder dengan harga yang kompetitif karena tidak terkena beban pajak.

    Jika KMI berfikir era 250cc 4 silinder sudah lewat, toh banyak ko Om yang memodifikasi motornya agar menjadi moge look. Coba deh di survei, lebih banyak mana konsumen menyukai suara 4/3/2/1 silinder ?

    Jika pusat di Jepang berfikir tentang ramah lingkungan dan efisien bahan bakar, saya yakin masih banyak Om orang seperti saya yang membeli motor sebagai motivasi dan menggunakannyapun jarang. Jadi sepertinya itu bukan masalah yah Om bagi mereka. Terkadang kita haus Om untuk mendapatkan yang terbaik, yang lengkap, yang superior tetapi kemampuan kita belum bisa untuk membeli big bike. Kenapa KMI tidak bisa menjawab dengan mengeluarkan motor bercc kecil (max 250, agar harga kompetitif) dengan rasa bigbike ? Toh diluar sana banyak loh Om yang memodifikasi motornya (bannya dibesarkan, swingarm diganti, shock diganti upside down, stang dan footstep diganti agar posisi menunduk, etc.)

    Naikkan saja harganya karena berbeda engine dan fitur. Toh hitung-hitung biaya jika memodifikasi juga kan yah Om. “Nih, kami (KMI) buat untuk konsumen yang ingin mempunyai motor kecil dan murah dengan fitur lengkap ! Nih harganya ! Motor langsung kirim tanpa perlu modifikasi lagi !”

    Ayo KMI, YIMM, AHM, etc.. kalian pasti bisa !
    Lebih cepat lebih baik, siapa cepat dia dapat !

    Salam 😉

    • setubuh bro,saya sendiri yg jg memliki ninja 250fi abs SE masih merasakan kurang puas dgn paket yg ditawarkan oleh pihak KMI pdhal ud pake embel” SE,coba ke dpn nya dilakukan ubahan misal seperti yg saya tulis diatas headlamp projie sukur2 pake xenon or led lampunya,stop lamp & sein nya led jg,velg dpn upgrade dr ukuran 2,75″ menjadi 3″ yg blkg gpp lah tetep ukuran 4″ sehingga bs pake ban ukuran 120 dpn & 150 or 160 di blkg nya malah utk versi SE nya ud dpt Battlax S20 kli upgrade dr BT39,suspensi upside down boljug tapi saya rasa ini jk pjg nya termasuk urusan utak atik mesin misal 4 silinder/3 silinder,kompresi mesin dinaikan dr yg skrg 11,3 menjadi di range 11,5-12 pasti hp nya naik,selain itu perbaikan di torsi bwh nya jg,menggunakan gear close ratio ato mungkin inovasi 2 or 3 busi per silinder ini jg klo ga kena hak paten merk lain,tambahan warna baru maybe misal warna kuning/hitam or pink/hitam buat lady bikers hahaha,ya itu masukan aja yg penting tetap berinovasi,kualitas ditingkatkan dan after sales service nya!! cheers…

    • embel2 SE?? kan cm beda decal/striping + ABS doang bro.. selebihnya sama aja sm non ABS..

    • ada yg kurang bkn cuma decal + ABS tapi ada BT39 made in japan + tank pad bro & velg bkn merk chemco lg tapi sudah enkei ini yg saya lihat dr motor saya sendiri,next SE nya harus bs lebih dr ini karna mnrt saya ini maseh terlalu biasa,kurang pas mendeskripsikan arti SE nya,konsumen yg berani bli SE pasti ga masalah ama harga klo engga ngapain dia bli SE bli aja yg versi std abis tapi ujung2nya ntar jg di modif lg hahaha…

    • setuju sm ente bro.ane pribadi sebgai penggemar ninja pgin upgrad ke yg 4 cilinder.krn pgin merasakan teriakanya ..mudah2an si KMI baca keluhan kita

  19. 4 cyl?? kykny gk mungkin,. mw dijual brp? 70/80an jt? ZX-2R tu gk cm nambah silinder loh,. rangka jg udh twinspar..harga mepet Er6, n kebanyakan orng pasti lebih milih er6 walo kalah jumlah cyl..
    kecuali harga eR6 terkoreksi banyak krn PPnBM.. kemaren2 kan diatas 500cc kena 75%, tp skrng 2014 kenanya 125%.. kl eR6 terkoreksi, ada gap harga antara 250cc sm 650cc.. bs masuk tuk 250cc 4cyl di 70/80an jt.. *)harga er6 skrng gk tau brp, kl masi tetap brarti kenaikan PPnBM ny sapa yg bayarin?

    ato main di 400cc/500cc.. disitu PPnBMnya cm 60%.. n kawasaki jg punya ZX-4R.. kl mau nekat 4 cyl mungkin ZX-4R bs jd alternatif,. gk makan sodaranya 250cc, lebih make sense menurut gw..
    dijual sebanding ma eR6 jg bs.. 650cc inline2 vs 400cc inline 4.. bs jd harga sama krn satuny kena PPnBM 125% satuny cm 60%.

    trus kl asumsi diatas gk ada masalah,. kykny mubazir kl ngeluarin ZX-2R/ZX-4R.. dieropa ud gk mungkin dijual lagi,. regulasi emisi + power udh gk mungkin,.. jd ngapain ngeluarin produk yg gk bs dijual global?
    -moga aja gw salah-

  20. Ping balik: Apakah Ini Facelift/Revisi Minor dari Ninja 250 FI 2015? | 7Leopold7

  21. Ping balik: Confirmed – Ninja 250 edisi 2015 Minor Change + Assist Slipper Clutch | 7Leopold7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s