Apakah Anda tipe Night Rider atau Morning Rider?

Selamat malam Bro dan Sis,

salam dari Makassar, kebetulan lagi tugas dan sempet nulis sedikit.

Bro dan Sis, mengamati kecenderungan riding selama ini, apakah Bro dan Sis termasuk tipe night rider atau morning rider kalau akan touring/rolling?

Kalau riding berangkat dan pulang kerja jangan dihitung ya. Lho kenapa om Leo?

Ya karena kita ga bisa bebas ngatur berangkat dan pulang kerja. Ada yang sudah menentukan alias kantor/tempat kerja. Kecuali jadi bos besar di tempat kerjanya sendiri ya hehehe.

Kalau touring atau rolling waktunya kan lebih bebas mengikuti kemauan, pilihan dan kesempatan kita.

Saya sendiri adalah tipe morning rider.

IMG-20130428-00064

Dari pengalaman sejak th 1999 solo ride (belum banyak/ada klub motor) mudik Jkt-Yogya tiap tahun dg Tiger 97, saya selalu berangkat menjelang subuh. Dan tiba di tujuan saat masih terang. Sampai sekarang setiap kali touring saya lebih memilih berangkat menjelang subuh atau pagi. Pun untuk rolling kopdar saya lebih prefer pagi ketimbang malam hari.

Mengapa?

1. Kesiapan tubuh dan pikiran

Saya merasa lebih fresh, segar, dan bisa menikmati perjalanan saat pagi atau menjelang subuh. Karena tubuh dan pikiran sudah mendapat istirahat yang cukup sebelumnya.

Riding, apalagi jarak jauh, menuntut organ-organ tubuh dan panca indera bekerja optimal. Tanpa istirahat yang cukup di malam sebelumnya, tubuh kita bisa turun imunitasnya dan lebih mudah terserang penyakit yang mengganggu fungsi organ tubuh.

2. Menikmati Perjalanan dan Kehidupan yang Ditemui

Pada saat kita mulai lelah (setelah 2-3 jam riding) jalanan justru mulai terang dan bahaya di jalan berkurang (krn visibilitas meningkat). Perjalanan juga lebih bisa dinikmati. Melihat bagaimana kehidupan di sebuah tempat mulai beranjak hidup. Melihat, meski secara sekilas, ibu-ibu mencuci di bebatuan kali. Siswa-siswi berangkat ke sekolah. Itu semua menyegarkan jiwa.

Efek negatifnya, saat melintasi kota/daerah tertentu, in-city traffic (kemacetan kota) krn aktifitas pasar dan pabrik bisa membuat perjalanan tersendat. Ini diakali dengan menyesuaikan jam keberangkatan atau mencari rute lain bila ada.

3. Faktor Keamanan dan Keselamatan di jalan

Keamanan – gangguan dari orang. Keselamatan – resiko akibat kondisi jalan, accident dari pengendara lain. Dalam kondisi situasi keamanan belakangan ini, perjalanan malam semakin rentan dengan ancaman keamanan (perampasan motor, pembegalan, penembakan). Faktor keselamatan dari kondisi jalan yang buruk juga penting. Ada banyak sekali kecelakaan maut sepeda motor yang diakibatkan kondisi jalan yang rusak. Jika ingin rehat di tengah jalan juga relatih banyak pilihan dan aman. Tidak harus berhenti di Pom bensin atau kantor polisi.

4. Proses Recovery paska riding

Saya lebih prefer berangkat pagi, karena begitu tiba di tujuan, jam biologis kita masih normal. Utk touring jarak menengah, ke Yogya misalnya berangkat subuh, saya tiba saat masih terang. Beraktifitas sedikit, tidur, esok harinya tubuh pulih seperti sedia kala. Kalau saya berangkat malam, saat tiba pagi/subuh saya membutuhkan waktu yang cukup utk recover di hari itu. Artinya kegiatan mungkin baru bisa mulai siang hari + kacaunya jam biologis saya. Untuk touring jarak dekat (dibawah 4-5 jam), berangkat subuh/pagi juga pas, karena saat tiba, tubuh kita hanya butuh beristirahat sebentar (krn cukup tidur sebelumnya).

Bagaimana dengan bro and sis, night rider atau morning riderkah anda?

Iklan

50 thoughts on “Apakah Anda tipe Night Rider atau Morning Rider?

  1. enaknya riding malem sekalipun ketemu macet tapi udara disekitar adem lumayan ga bikin suhu mesin ngerambat cepet, tapi faktor keamanan resikonya,, musti hrs pintar2 tau waktu dan kondisi tempat yg mau dilalui,, riding siang, faktor keamanan sih lebih aman, walau jelas nyiksa klo panas euy,, klo riding pagi kadang belom bangun 😛

  2. Sama mas saya juga lebih enjoy memulai perjalanan pagi hari terutama untuk daerah yang belum saya kenal dengan baik, disamping hal hal tersebut di atas apabila ada kerusakan motor yang tak terduga baik ringan ataupun berat memperbaikinya damai tanpa was was atau bila butuh bantuan bengkel mudah nyarinya

  3. kalo dalkot lebih enak malem, coz makin lama jalan berasa makin sepi… Sebaliknya luar kota apalagi yang penuh pemandangan ya pagi buta, sembari sarapan begitu nanti matahari baru terbit 😀

  4. betul om, saya lebih ke morning rider….apalagi kalo malam mata kurang awas, entah kenapa, sepertinya harus pake kacamata nih…

  5. dulu penganut faham night rider, suasana luar kota sangat saya nikmati mulai jam 20:00. 60-70 kpj benar2 bisa menikmati suasana+motor. Tentu sambil cari2 warkop yg merakyat. Kini beralih ke faham morning rider, suasana pagi+pegunungan sangat banget klo dipake naek motor kentjang..hhmm..

  6. setuju,memang sebaiknya jangan mengendarai kendaraan dimalam hari kalau touring/mudik,selain alasan diatas,kita juga ndak hafal kondisi jalan,karena jarang dilewati.lubang,perubahan jalur bisa terjadi.kalau rumah kekantor tiap perubahan pasti sudah hafal.

  7. Heya i am for the first time here. I found this board and
    I find It really useful & it helped me out a lot. I hope to give something back and help others like you aided me.

  8. kalo sore piye om? SENJA RIDERkah? 😀
    selain menghindari panasnya srengenge, juga macetnya pantura menurut ane lebih pas saat sore (bus malam belum jalan, dan orang2 blm pd pulang) tapi cuma 1 yang bikin eneg.. para angkot yang NGETEM nungguin kariawan đŸ˜Ļ

  9. Kalau saya sama saja, yg penting sebelum jalan sudah cukup istirahat / tidur.
    Tapi lebih sering start malam dari Jakarta, karena akan tiba didaerah yg relatif lebih sepi & jarang saya lewati saat sudah terang.

  10. kalau saya, mungkin tergolong morning rider juga.. hehe
    saya perhitungkan jarak tujuan juga, karena seringnya touring ke tempat klien kantor saya, maka biasanya saya berangkat 1 hari sebelumnya dan sampai di tujuan agak sore (kadang malam), jadi langsung bisa istirahat di penginapan, dan besok paginya dah seger brgkt ke kantor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s