Ducati Streetfighter S atau Kawasaki Z1000? (part 1)

Ducati Streetfighter S dan Kawasaki Z1000. Hadir merepresentasi dua negara, dua pendekatan, dan dua solusi. Bro dan Sis… untuk dikendarai pilih yg mana?

Manfaat dari bergabung dengan sebuah komunitas multi-platform, tdk hanya satu jenis/merk motor, adalah kita bisa belajar banyak hal. Kebetulan sekali saat ASR sedang foto session tgl 19 Juni lalu ada kesempatan utk mengerti lebih jauh kedua motor tersebut. Minggu pagi di Flavour Bliss Alam Sutra; area parkirnya begitu panjang dan lengang.

Kawasaki Z1000

ONE_3099

Photo by Pape

Thanks utk Pa Yudi ASR yg sdh berbaik hati meminjamkan Z1000 orangenya.

ONE_2978 (2)

ASR Foto session – Photo by Pape

Kesan pertama, motor ini besar, kereng dan bulky. Sedikit kebesaran untuk selera saya yang sejak awal sudah terorientasi dengan Z800.

Z1000 juga menurut saya juga kelihatan sedikit lebih besar dibandingkan CB1000 yg ringkas.

CB1000 keliatan ringkas (compact) saat dijejer Bianka

CB1000 keliatan ringkas (compact) saat dijejer Bianka

Namun semua kesan besar itu hilang ketika kita mengayunkan kaki menaiki Z1000. Terasa kita lebih “sit in” (duduk di dalam) drpd “sit on” (berada di atas motor). Posisinya memang lebih tinggi dibandingkan mengendarai Z250 atau Er6n tapi tdk ada kesan canggung, di Z1000 kita terasa ‘tertanam’ didalamnya.

Bagi yang seumur-umur biasa berfairing, area di depan setang yang kosong dan berhadapan langsung dengan jalan raya mungkin sedikit intimidating.

Saat swivel static dari kiri ke kanan juga tidak terasa bahwa motor ini beratnya adalah 228 kg. Cukup enteng dan menurut. Tempat duduk yang tidak terlalu rata melebar membuat kaki cukup nyaman melingkar dan menjejak tanah.

Postur lebar. Tapi ramping di rider seat.

Postur lebar. Tapi ramping di rider seat.

Saat kunci diputar dan engine start, deruman khas 4 silinder mesin terdengar dalam dan halus dan bersih. Khas mesin 4 silinder, suara mesin terdengar rapat bahkan pada RPM terendah. Setiap seperempat langkah (dr mesin 1 sil) satu engine berdentum. Setiap silinder berkapasitas sama dengan dua silindernya Bianka menyemburkan torsi yang hampir 6 kali lipat Ninja 250.

Fullscreen capture 5292013 123519 AM

Saat diputar handle gas, tenaga naik dengan sangat linear. Ruang di sekitar kita bergerak bergeser mundur seturut perintah halus genggaman tangan. Brother dan Sister tidak bisa jadi Alay kalau bawa motor ini, harus tenang dan matang karena di balik tiap derajat putaran gas sudah menanti 138 ekor kuda yang siap menjebol pagar menendangkan tenaga.

Photo by Pape ASR. Maaf ga safety..jangan ditiru

Photo by Pape ASR. Maaf ini sama sekali ga safety.. dan jangan ditiru

Saat cornering kecepatan rendah dan medium 40-50 km/jam, si Banteng seperti bisa membaca gerakan otot halus di lengan dan di pinggul kita, right on spot berbelok tanpa harus melakukan koreksi. Luar biasa enaknya.

Untuk cruising dalam kota maupun saat touring, Z1000 adalah biangnya. Torsi yang berlimpah dan handling yang ringan jadi kekuatannya. Banteng yang sangat bertenaga namun juga sangat penurut. Disini Z1000 yang dibanderol melalui IU seharga 260-275 jt menantang CB1000 yg menurut feeling saya juga sangat powerful namun penurut.

DUCATI SUPERFIGHTER S (Next)

Advertisements

50 thoughts on “Ducati Streetfighter S atau Kawasaki Z1000? (part 1)

    • Suara kopling kering ducati yang kasar malah jadi ciri khas, crekcrekcrek di tambah suara mesin L twin yang khas, dari jauh udah ketahuan kalo itu ducati.

  1. wah motor impian…
    senangnya bs nyobain z1000.
    pak leo tau info kisaran harga n konsumsi bbm.
    trus pas di kendarain panas mesinnya gimana?

    • iya Bro… memang enak motornya..
      antara 260-275 jt via importir umum Bro,
      Kawasaki akan masukin mungkin lebih murah lagi.
      Konsumsi BBM engga beda jauh dg ZX6R ya 1:12an.
      Kemarin tidak sampai merasakan kepanasan, krn bukan di jalan raya yang macet. Tapi heat managementnya kalau lihat user review mestinya lebih baik ketimbang ducati atau HD ya,

    • Om Leo, pernah ay test CB1000R punya temen di bandung, buat ay sih gak cocok, bakal nyusahin kalo dipake, jinjit balet soalnya wkwkwkwk (kek yang ada duitnya aja lagian :p). Sempet puter2 jalanan, mau muter balik aja deg-degan, takut jatoh :p

      ga tau deh sama gak ama Z800-1000 tingginya

  2. kalau buat jalan sore-malam dalam kota,pilih Ducati brandnya gimana gitu,tapi kalau buat luar kota jarak jauh apalagi seperti diluar boleh masuk tol,peduli amat sama merk pilih Kawasaki.sama dgn Mercy C klas atau BMW seri 3 kasta terendah dgn Camry V6.

  3. bro,itu yg gmbr ats apa gk slh tulisannya?harusnya kan bianka jejer sm z1000,bkn cb 1000?msh nunggu ulasan yg cb1000,tp yg z1000 worth it bngt..

  4. Pengen nyoba z1000 nya hahahaha tapi klo di tanya pilih mana antara kawasaki z1000 dengan ducati streetfigher s sih kayanya bakal milih z1000 kayanya ( dilihat dari stylenya aja blum nyoba soalnya ) klo bisa nyoba dua duanya kemungkinan bisa beda pilihannya hahahahhaha

  5. Pingback: 4 model baru dari Kawasaki Motor Indonesia | 7Leopold7

  6. mas saya baru ngambil N250FI yg warna putih jg….sekarang kebingungan dgn penempatan plat nomor yg didepan,klo pake bracketnya jadinya jelek persis seperti dipakein koyo… itu ninja punya mas bisa nempel di winshield depan gitu,stiker atau aslinya?dengar2 soalnya polisi suka nilang2in motor fairing yg penempatan plat nomor depannya nggak standar.any idea/tips mas?thanks before….

  7. Pingback: Kawasaki Z1000: Banteng Besar yang Bersahabat | 7Leopold7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s