Review Ninja 250 FI : pemakaian harian

5 working days, 428 km later.

20120922-104708.jpg

Semenjak surat jalan keluar Senin pagi (17/09), si Bianka rata2 sudah berjalan hampir 85.6 km setiap harinya.

Sdh 18liter pertamax melalui kerongkongan injeksi disemburkan.
1 liter : 23.77 km? Haha lumayan. Lumayan boros maksudnya.
Mudah2an setelah break-in atau in reyen unya selesai, idle rpm nya lebih rendah dan lebih irit 🙂
Nanti baru akan diuji lagi konsumsi bahan bakarnyah

Jadi apa kesannya?

Apakah cape utk dipakai harian ngantor?

Anehnya, kalau ngantor pake Skywave, begitu sampai tujuan (kurang lebih 1 jam perjalanan) terasa banget pegel di punggung. Mungkin krn postur badan yg ala beruang tidak cocok pakai matic PLUS 75 polisi tidur dengan bentuk yg kejam yang ane harus lewati setiap ngantor (kalau bolak-balik ya 150 polisi tidur).

Sementara itu setelah aku ke Tong Feng bareng Bianka, bedanya jauh bo. Pegel di lower back, di atas tulang ekor tidak muncul.

Kenapa? Wah ane ga tau.
Mungkin krn bobot tubuh lebih terbagi, tidak lagi tertumpu hanya pada kuasa tulang punggung. Tapi juga pada bahu dan lengan.
Atau Mungkin juga karena badan ane sdh terbiasa pakai motor batangan sebelumnya semenjak SMP.

Bgmn dg handling di kemacetan?

Kalau bicara goyang belok patah-patah, tentu ga bisa segesit matic ya. Angle masuk jadi penting memang. Tapi kestabilannya Bianka berjalan saat kecepatan lambat harus ane acungkan 4 JEMPOL!. Sangat seimbang. Kalau bro/sis pernah bawa Scorpio tentu ngerasain berat dan kecenderungan ke kanan dan kirinya stang motor di kecepatan lambat. Si Bianka engga jack. Test lain, coba saja lepas tangan di kecepatan sedang 40 km/jam, sampai kita pelan sekali baru stang mulai godek. Mungkin ini memang khas motor sport dan ane aja yg ga tau hahaha.

Bgmn dg keluhan torsi yg kalah dg mesin satu silinder berkapasitas sama?

Nah ini berdasarkan pengalaman jadi pengguna Honda Tiger (1999-2001) dan Yamaha Scorpio (2006-2008) ya.
Memang torsi nya Bianka di putaran bawah (under 5000 rpm) itu cenderung kalah dibanding Tiggy atau Scorpie ya.

Tapi Bianka yg sopan dan halus di putaran bawah itu justru membuat handling saat jalan pelan mengatasi kemacetan menjadi lebih mudah.

Engga perlu terlalu sering tarik kopling atau pindah gigi utk mengatur perubahan laju. Butuh rapid response? Silahkan main di rpm 7000, sekali tarik, anda sdh ada di sana.

Bagaimana dengan panas angin dr Radiator?

Aku ga punya pengalaman panjang dgn Ninja 250 Karbu. Versi ini yg banyak dikeluhkan panas sekali hingga paha dan selangkangan apalagi kalau sdh terkena macet. Wah bisa mengganggu fertilitas itu bro wkwkw.
Yg ta rasakan hangat (pake jeans) adlh di betis bagian bawah kalau sdh terkena macet. Udara panas mengalir melalui sirip bahian bawah. Terasa, tapi sama sekali engga mengganggu. Ternyata rancangan baru kipas radiator cukup efektif mengusir panas ke arah bawah motor.

Hmm apalagi ya. Sementara ini dulu. mau lihat launching Ninja 250 ABS di Senayan.

Iklan

9 thoughts on “Review Ninja 250 FI : pemakaian harian

  1. kalau cape pasti belum terasa om
    karena hati masih senang naik motor baru
    qiqiqiii
    nasib para biker jakarta pasti macet ya om
    bawa jalan sekalian pulkam ke kalbar om
    Kab. Sintang- Kab. Sekadau lumayan mulus
    tergantung berapa berani narik gas.
    apa lagi Pontianak-Singkawang
    kalau bisa putus pasti putus itu kabel gas
    gara-gara saking kencangnya
    wkwkwkkkkk
    http://yudhadepp.blogspot.com/2012/09/bertugas-di-pedalaman-menyenangkan.html?m=0

    • Hahaha mungkin juga begitu ya Bro, tapi jalan menembus kemacetan selama 2 jam sehari selama seminggu juga mestinya berasa di badan ya wkwkwk.

      Enaknya tinggal di pedalaman ya itu Bro, motor jadi centre thing, dan isa maksimal penggunaannya. Memang sdh ga kena jalan tanah merah lagi ya, pas musim hujan lumayan juga tuh..

    • Rute perjalanan tugas
      Kab. Sintang – Kab. Sekadau : mantap
      Kab. Sekadau – Kec. Nanga Mahap : Penuh Tantangan
      [kemarau berdebu, hujan becek habis, babi dan sapi berkeliaran,
      jalan turun naik karena areal perbukitan]

  2. pasti itu era 90 an ya pak.
    sekarang sudah jalan darat pak,
    malah dijadikan jalan provinsi
    sudah tembus ke arah ketapang (kec. aur kuning).
    yaaa mudah-mudahan 2- 3 tahun lagi bakalan mulus.
    apa lagi kalau Provinsi Kapuas Raya bisa terwujud nanti.
    (kapuas hulu, sintang, melawi, sekadau, sanggau, ketapang).
    Nanga pinoh sudah jadi kabupaten pak, Kab. Melawi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s